Aplikasi Cukurin, Cukur Rambut Tak Perlu Antri :: Nusantaratv.com

Aplikasi Cukurin, Cukur Rambut Tak Perlu Antri

Pengguna bisa memilih tempat cukur atau salon yang diinginkan
Aplikasi Cukurin, Cukur Rambut Tak Perlu Antri
Dimas Dzaky Alhadi (kiri). (its.ac.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Demi memudahkan pelanggan yang ingin menggunakan jasa cukur, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menciptakan platform cukur rambut online berbasis aplikasi bernama 'Cukurin'.

CEO Cukurin, Dimas Dzaky Alhadi, mengungkapkan platform ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi penggunanya memilih tempat cukur atau salon yang diinginkan mulai dari yang terdekat atau termurah.

Aplikasi ini terdiri dari jasa pemesanan tempat dan jasa pemanggilan (home service/on-demand). "Kedua fitur ini akan menambah daya tarik konsumen, terlebih untuk aplikasi sejenis yang tidak menyediakan kemudahan semacam ini," ujar Dimas yang dilansir nusantaratv dari situs resmi ITS, Rabu (26/6/2019).

Dimas tak sendiri dalam membuat aplikasi 'Cukurin' ini, ia dibantu enam temannya, yakni Viqhie Aswie, Pernando Pratama, Arif Darma Althia, Alif Akbar Askira, Muhammad Fayrus, dan Darfi Sultoni. Mereka mendesain 'Cukurin' menjadi aplikasi sociotechnopreneur yang memberikan peluang usaha bagi orang yang memiliki kemampuan mencukur, namun terkendala biaya untuk membuka gerai sendiri.

Para tukang cukur tersebut bisa menambah penghasilan ketika bergabung menjadi mitra 'Cukurin', di jasa cukur on-demand. Karena 'Cukurin' menyediakan jasa pemesanan on-demand kepada pelanggan, sehingga memungkinkan barber mendatangi lokasi pelanggan.

Model bisnis yang diterapkan 'Cukurin' adalah mengambil keuntungan sebesar 10% dari setiap transaksi dengan rentang harga jasa Rp35 ribu hingga Rp120 ribu.

Dimas mengatakan aplikasi ini akan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk menggunakan metode pembayaran dengan system e-payment dan cash. Serta terdapat fitur livechat yang memungkinkan pelanggan dapat terhubung langsung dengan penyedia jasa.

"Selain itu, 'Cukurin' juga memiliki fitur pemberi haircut suggestion yang memudahkan pelanggan untuk memilih tipe potongan yang mereka inginkan," lanjut mahasiswa Departemen Teknik Sipil 2017 itu.

'Cukurin' ini, ungkap Dimas, tersedia untuk pengguna smartphone Android dan iOS. Saat ini 'Cukurin' telah diakses oleh 46 pengguna aktif yang mengunduh aplikasi tersebut melalui Google Play (untuk pengguna Android).

"Sebelumnya telah dilakukan pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, Cukurin's day, teknik snowball marketing, dan soft launching," tambah pria asal Pekanbaru itu.

Dalam menjalankan bisnis 'Cukurin', Dimas bersama timnya melakukan survei pasar dan mitra untuk melihat perilaku dan kebutuhan pasar serta menganalisa kompetitor pada usaha sejenis. Kemudian merancang dan mengembangkan aplikasi 'Cukurin' ini dan melakukan kontrak dengan mitra yang akan melakukan kerjasama dengan 'Cukurin'.

Setelah itu, ketika mitra telah didapatkan dan aplikasi siap untuk diakses maka selanjutnya adalah mempromosikan dan memasarkan 'Cukurin'. Setelah 'Cukurin' berjalan selama tiga bulan, kemudian dilakukanlah pemeliharaan aplikasi, monitoring, dan evaluasi.

Saat ini, 'Cukurin' telah menjadi tenant ITS dari UPT. Inkubator ITS, memiliki 10 mitra dengan mitra yang telah melakukan penandatanganan kontrak sebanyak 4 mitra.

Ditambahkannya, aplikasi yang memiliki motto 'Waktu minimal, Cakep Maksimal' ini berpotensi untuk mendapatkan hak merek dagang dan hak cipta. 'Cukurin' juga dapat memberikan manfaat kepada pengguna jasa cukur rambut dalam memilih dan menggunakan jasa cukur secara langsung, kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, 'Cukurin' dapat membuka dan memberikan pasar yang lebih luas kepada penyedia jasa cukur rambut," pungkas Dimas.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0