Aplikasi Dr. Tania, Bisa Deteksi Penyakit Tanaman :: Nusantaratv.com

Aplikasi Dr. Tania, Bisa Deteksi Penyakit Tanaman

Lewat aplikasi Dr. Tania, para petani bisa dengan mudah mengidentifikasi penyakit tanaman sekaligus dengan cara penanganannya.
Aplikasi Dr. Tania, Bisa Deteksi Penyakit Tanaman
Aplikasi Dr. Tania bisa deteksi penyakit tanaman. (Dok. Humas ITB)

Bandung, Nusantaratv.com - Mahasiswa ITB (Institut Teknologi Bandung) menciptakan aplikasi bernama Dr. Tania. Aplikasi ini mampu menganalisa berbagai macam penyakit tanaman. 

Lewat aplikasi ini, para petani bisa dengan mudah mengidentifikasi penyakit tanaman sekaligus dengan cara penanganannya. Dr. Tania adalah produk dari PT Neura Cipta Nusantara (Neurafarm) yakni salah satu tenant di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewiarusahaan (LPIK) ITB.

Febi Agil Ifdillah, CO-Founder Neurafarm, mengatakan Dr. Tania adalah aplikasi mobile berbasis chatbot yang mampu mengidentifikasi penyakit tanaman dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

Baca Juga: Ini Nimby, Robot yang Bisa Melompat dengan Lincah Karya Mahasiswa ITB

"Aplikasi ini basically menggunakan AI dengan cara komputernya dikasih contoh gambar penyakit tanaman sampai ribuan. Nanti komputer akan menganalisa polanya," ujar Febi, dilansir laman resmi ITB, Rabu (11/9/2019)..

Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah. Pengguna hanya perlu memotret bagian tanaman (daun) yang sakit, lalu mengirimkannya ke Dr. Tania, dan dalam beberapa detik Dr. Tania akan memberikan diagnosis lengkap termasuk gejala, cara penanganan, dan juga akses ke produk-produk yang dapat digunakan untuk menangani penyakit terkait. 

"Pengguna juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang penyakit tanaman dan bagaimana cara bertanam yang baik dengan memanfaatkan informasi yang telah disediakan pada katalog di Dr. Tania," tambahnya. 

Baca Juga: Smart Power Socket, Inovasi Cegah Akumulasi Inrush Current Pada Perangkat Listrik Rumah Tangga

Pada aplikasi ini juga terdapat menu tanya expert secara langsung. Aplikasi tersebut saat ini baru mampu menganalisis 14 komoditas tanaman dengan 33 penyakit. 

Ke depannya, dia berencana untuk menambah jumlah komoditas tanaman dan penyakitnya. Selain juga ingin mencoba mengakomodir hasil penjualan para petani. Sebab banyak petani yang dia temui mengeluhkan tentang harga jual yang jatuh.

"Kita akan mencoba untuk mendistribusikan langsung dari petani ke pembelinya langsung, tapi kita perlu melihat marketing dahulu," tukas Febi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0