Kalah Bersaing, Pendiri Telegram Sebut WhatsApp Berbahaya :: Nusantaratv.com

Kalah Bersaing, Pendiri Telegram Sebut WhatsApp Berbahaya

Belum lama ponsel orang terkaya dunia Jeff Bezos, diretas melalui file video yang dikirim via WhatsApp.
Kalah Bersaing, Pendiri Telegram Sebut WhatsApp Berbahaya
WhatsApp berbahaya kata pendiri Telegram

Jakarta, Nusantaratv.com Pendiri Telegram Pavel Durov ikut berkomentar terkait peretasan WhatsApp Jeff Bezos. Ia kembali menyebut bahwa WhatsApp berbahaya.

Diyakini, data penting di ponsel iPhone X Bezos bocor setelah ia menerima file video yang mengandung malware via WhatsApp. Facebook selaku pemilik WhatsApp mengklaim kelemahan bukan di WhatsApp melainkan di sistem operasi iOS.

Namun menurut pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, seandainya Bezos memakai Telegram, ia takkan kebobolan. Itu lantaran WhatsApp punya banyak bug atau celah keamanan.

"Celah keamanan WhatsApp berupa video corrupt ini ada tak hanya di iOS tapi juga Android dan bahkan perangkat Windows Phone. Artinya, seluruh perangkat mobile yang diinstall WhatsApp," tulis Durov di blog.

"Cacat keamanan ini tidak ada di layanan messaging lain di iOS. Seandainya Jeff Bezos mengandalkan Telegram ketimbang WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang yang melacak komunikasinya," paparnya.

WhatsApp mengandalkan penyandian atau enskripsi end to end, di mana diklaim pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Tapi menurut Durov, teknologi itu tidak secara absolut dapat melindungi privasi user.

Ia mengklaim, ada backdoor atau pintu belakang di WhatsApp yang dimanfaatkan aparat. "Aparat tidak senang dengan enskripsi, memaksa developer aplikasi menanam celah di aplikasinya," klaim Durov.

"Saya tahu karena telah didekati beberapa dari mereka dan menolak kerja sama. Hasilnya, WhatsApp dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tak bermasalah dengan otoritas, yang paling mencurigakan adalah di Rusia dan Iran," imbuhnya.

Ia tidak sepakat bahwa masalah pembajakan ponsel Bezos ada di iOS seperti klaim Facebook. "Masalah ini tidak spesifik iOS tapi spesifik WhatsApp," cetus Durov.

Ia mengklaim, ada backdoor atau pintu belakang di WhatsApp yang dimanfaatkan aparat. "Aparat tidak senang dengan enskripsi, memaksa developer aplikasi menanam celah di aplikasinya," klaim Durov.

"Saya tahu karena telah didekati beberapa dari mereka dan menolak kerja sama. Hasilnya, WhatsApp dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tak bermasalah dengan otoritas, yang paling mencurigakan adalah di Rusia dan Iran," imbuhnya.

Ia tidak sepakat bahwa masalah pembajakan ponsel Bezos ada di iOS seperti klaim Facebook. "Masalah ini tidak spesifik iOS tapi spesifik WhatsApp," cetus Durov.

Telegram telah menghadirkan perlindungan enkripsi di Telegram jauh sebelum WhatsApp melakukannya. Teknologi itu tak sepenuhnya aman terkait beberapa faktor.

Telegram saat ini punya sekitar 300 juta pengguna, sedangkan WhatsApp 1,5 miliar. Durov pun mengakui pendapatnya mungkin agak bias.

"Beberapa pihak bisa saja mengatakan bahwa sebagai pendiri aplikasi rival, saya bias saat mengkritik WhatsApp. Tentu aja begitu. Tentu saya menilai Telegram Secret Chats secara signifikan lebih aman," pungkasnya. (detik.com)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0