Realme Gabung Aliansi Produsen Ponsel China Lepas Dari Cengkeraman Google :: Nusantaratv.com

Realme Gabung Aliansi Produsen Ponsel China Lepas Dari Cengkeraman Google

Realme Saat Ini Telah Mengembangkan Fitur Berbagi Nirkabel Seperti Air Drop Bernama Realme Share.
Realme Gabung Aliansi Produsen Ponsel China Lepas Dari Cengkeraman Google
Ilustrasi Realme. (AnandTech)

Jakarta, Nusantaratv.com - Produsen smartphone yang berbasis di Shenzhen, China, Realme, mengatakan telah bergabung dalam aliansi vendor ponsel asal Negeri Tirai Bambu untuk bisa lepas dari cengkeraman Google.

Aliansi bernama Global Developer Service Alliance (GDSA) ini dihuni Xiaomi, Huawei, Oppo, dan Vivo. Mereka akan membangun platform tempat para developer menjajakan aplikasi, game, musik, film, dan konten lainnya kepada jutaan pengguna ponsel buatan empat perusahaan tersebut.

Krisva Angnieszca, Public Relations Manager Realme Indonesia, menyebut Realme saat ini telah mengembangkan fitur berbagi nirkabel, seperti Air Drop bernama Realme Share. Dijelaskannya, fitur ini tak hanya berfungsi untuk berbagi data antar ponsel Realme, tapi juga antar ponsel vendor yang tergabung dengan GDSA. 

"Untuk bergabung aliansi itu, kita bisa membagikan data ke perangkat lain (ke merek lain dari aliansi)," ujar Krisva, di Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Apple Nekat, Buka Kembali Gerai di Shanghai di Tengah Ancaman Virus Corona

Sayangnya, Krisva tak bersedia berbagi informasi mengenai pengembangan platform tandingan Google Play Store tersebut. Kendati demikian, terang dia, ponsel merek-merek lain sudah menyatakan bahwa aliansi sedang mengembangkan platform baru tersebut.

"Sebenarnya memang beberapa brand menyatakan (pengembangan pengganti Google Playstore). Cuma untuk lebih detilnya, kita belum bisa share cuma kalau ditanya Realme berpartisipasi bisa dibilang iya," tambahnya.

Diketahui, ponsel asal China, seperti Huawei, Xiaomi, Oppo dan Vivo dikabarkan bekerja sama membuat satu platform baru untuk melawan Google Play Store, toko aplikasi milik Google. Tujuan dari pengembangan ini untuk menantang dominasi Google Play Store.

Menurut firma riset pasar IDC, Xiaomi, Huawei, Oppo, dan Vivo menguasai 40 persen pasar ponsel dunia pada triwulan keempat 2019. Dari ketiga perusahaan itu, hanya Huawei yang kini dilarang oleh pemerintah AS (Amerika Serikat) untuk mengkses Google Play Store dan layanan Google lainnya.

Platform baru ini direncanakan bisa beroperasi di sembilan negara, mulai India, Rusia dan Malaysia, termasuk Indonesia. Bahkan Playstore versi China tersebut disebut paling cepat meluncur pada Maret 2020. Namun rencana peluncuran itu kemungkinan bisa diundur, mengingat di China masih dihantui wabah virus corona, yang telah menewaskan ribuan orang tersebut.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0