Start-up Umrah Digital Indonesia-Arab Saudi, Menkominfo: Tak Akan Ganggu Pasar Biro Travel :: Nusantaratv.com

Start-up Umrah Digital Indonesia-Arab Saudi, Menkominfo: Tak Akan Ganggu Pasar Biro Travel

Pengembangan Umrah Digital akan fokus pada tiga aspek
Start-up Umrah Digital Indonesia-Arab Saudi, Menkominfo: Tak Akan Ganggu Pasar Biro Travel
Menkominfo Rudiantara bersama chief Traveloka dan Tokopedia. (kominfo.go.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, memastikan bahwa pengembangan start-up aplikasi umrah digital yang akan digarap bersama dengan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi tidak akan mengganggu bisnis biro travel yang selama ini sudah berjalan. 

Hal itu dikatakan Rudiantara dalam sesi press conference usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kolaborasi di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (4/7/2019), yang dikutip nusantaratv dari situs resmi Kominfo, Sabtu (6/7/2019).

"Situasinya sama saja dengan biro travel yang dulu ada, sekarang juga masih ada ketika bisnisnya bergeser ke ranah online. Hanya saja sekarang menjadi merchant-nya Traveloka dan platform lainnya. Jadi tergantung pasarnya, ada pasar yang retail, ada yang non-retail. Tidak perlu khawatir," ujar Rudiantara.

Kekhawatiran ini juga dijawab oleh co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison. Ia menegaskan kehadiran Tokopedia adalah untuk memberikan solusi yang end-to-end dengan mengumpulkan permasalahan terlebih dahulu. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Tokopedia yang ingin melakukan pemerataan pengusaha digital.

"Tokopedia sejak awal selalu berpartner dengan berbagai pihak karena kita ingin maju bersama. Kita ingin membangun jembatan, bukan dinding penghalang," tegas Leontinus.

Dalam implementasinya, Tokopedia akan bekerja bersama-sama dengan Traveloka melalui jalur maupun Government-to-Government (G-to-G) maupun Business-to-Business (B-to-B) dengan pebisnis online di Arab Saudi. 

Pengembangan Umrah Digital akan fokus pada tiga aspek yang bisa diefisiensikan dengan mengimplementasikan teknologi dan membangun partnership dengan pihak lain.

"Kita akan mengembangkan pengalaman mulai dari pre-departure atau persiapan di Indonesia, kemudian saat mereka tiba di sini (Arab Saudi), dan setelah selesai umrah," lanjut Leontinus.

Umrah digital ini bisa menjadi pilihan alternatif biro travel yang memberikan jaminan keamaan dan kenyamanan. Masyarakat tidak perlu ragu karena pengelolaannya transparan dan bisa dipantau secara online. 

Selama ini tantangan pengelolaan umrah dengan minat jamaah yang besar adalah masih adanya biro travel yang tidak bertanggung jawab dan melakukan penipuan. Inilah salah satu hal yang ingin diantisipasi pemerintah melalui pengembangan Kolaborasi Digital Indonesia-Arab Saudi.

"Nanti akan ada fintech-nya untuk pendanaan, ada logistiknya untuk mengantar barang. Itulah mengapa semua harus terintegrasi," tutur Rudiantara lagi.

Harapannya, keberadaan start-up ini semakin memudahkan jamaah Indonesia yang ingin melakukan perjalanan umrah termasuk pengurusan akomodasi, pemilihan fasilitas hingga pengurusan visa. 

Integrasi sistem mulai dari keuangan, perjalanan, hingga pengiriman barang akan menciptakan transparansi tata kelola umrah yang menguntungkan jamaah Indonesia sekaligus mendorong terciptanya kompetisi yang sehat antar biro travel umrah dalam menyediakan layanan yang maksimal bagi jamaah.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0