Terkait Keamanan, Elon Musk Larang SpaceX Gunakan Layanan Video Konferensi Zoom :: Nusantaratv.com

Terkait Keamanan, Elon Musk Larang SpaceX Gunakan Layanan Video Konferensi Zoom

SpaceX Memberi Tahu Karyawan Jika Semua Akses ke Zoom Telah Dinonaktifkan Dengan Segera.
Terkait Keamanan, Elon Musk Larang SpaceX Gunakan Layanan Video Konferensi Zoom
Ilustrasi. (Mastel)

Jakarta, Nusantaratv.com - Perusahaan roket Elon Musk, SpaceX, melarang karyawannya menggunakan aplikasi konferensi video Zoom.

Hal tersebut terkait masalah privasi dan keamanan yang signifikan, beberapa hari setelah penegak hukum Amerika Serikat (AS) memperingatkan pengguna tentang keamanan aplikasi-aplikasi yang populer selama menerapkan kerja di rumah atau work from home (WFH).

Penggunaan Zoom dan komunikasi digital lainnya telah melonjak karena banyak orang AS telah diperintahkan untuk tinggal di rumah demi memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19).

Dalam email tertanggal 28 Maret 2020, SpaceX memberi tahu karyawan jika semua akses ke Zoom telah dinonaktifkan dengan segera.

"Kami memahami banyak dari kita menggunakan alat ini untuk konferensi dan dukungan pertemuan," kata SpaceX dalam pesan itu, dilansir dari Reuters, Kamis (2/4/2020).

"Silakan gunakan email, teks, atau telepon sebagai alat komunikasi alternatif," lanjut SpaceX.

Baca Juga: SpaceX Rilis Panduan Pengguna untuk Roket Starship

Perwakilan untuk SpaceX, yang memiliki lebih dari 6.000 karyawan, tidak menanggapi permintaan komentar. Chief Executive Elon Musk yang juga mengepalai Tesla Inc, produsen mobil listrik, juga belum berkomentar.

NASA, salah satu pelanggan terbesar SpaceX, juga melarang karyawannya menggunakan Zoom. Hal itu dikatakan Stephanie Schierholz, juru bicara badan antariksa AS.

Kantor FBI di Boston pada Senin (30/3/2020) mengeluarkan peringatan tentang Zoom, yang memberi tahu pengguna untuk tidak melakukan pertemuan di situs tersebut secara publik atau membagikan tautan secara luas, sebuah fenomena yang dikenal sebagai 'zoombombing'.

Situs berita investigasi The Intercept pada Selasa (31/3/2020) melaporkan jika video Zoom tidak dienkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) antara peserta rapat.

Zoom tidak segera menanggapi permintaan komentar pada keputusan SpaceX, tetapi telah menyarankan pengguna untuk menggunakan semua fungsi privasi pada platform-nya.

Sebagai kontraktor pertahanan, SpaceX yang berbasis di California, AS, telah diklasifikasikan sebagai bisnis penting, yang memungkinkannya untuk tetap terbuka melalui penutupan yang berlaku di California dan Texas.

Dua lokasi itu diketahui sebagai pusat pengembangan dan pengujian untuk roket Starship yang dapat digunakan untuk bisa sampai ke Bulan dan Mars, serta mengirim satelit keamanan nasional ke luar angkasa.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0