Di Hong Kong, Peneliti Kembangkan Vaksin Virus Corona :: Nusantaratv.com

Di Hong Kong, Peneliti Kembangkan Vaksin Virus Corona

Vaksin Baru Pada Dasarnya Mengambil Vaksin Lama dan Memodifikasinya Dengan Bagian Antigen Permukaan Dari Coronavirus.
Di Hong Kong, Peneliti Kembangkan Vaksin Virus Corona
Para peneliti di Hong Kong kembangkan vaksin virus corona. (Ubergizmo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Virus corona yang menyebar pertama kali di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, China, telah merenggut ratusan korban jiwa dan menjadi epidemi.

Kendati dihadapkan tantangan besar, namun dibutuhkan penanganan cepat, tepat dan terkoordinasi agar wabah virus mematikan tersebut bisa diminimalisir. Terlebih belum ada obat yang mampu meredam keganasan virus ini.

Namun, berdasarkan laporan terbaru, peneliti di Hong Kong telah mengembangkan vaksin untuk virus corona. Menurut pakar penyakit menular, Profesor Yuen Kwok-yung dari Universitas Hong Kong, mereka sepertinya berhasil mengembangkan vaksin untuk virus tersebut. 

Baca Juga: Wabah Virus Corona, Apple Batasi Perjalanan ke China Hingga Tutup Toko Ritel

Kendati begitu, Yuen menegaskan masih perlu waktu untuk bisa didistribusikan kepada publik dan pada mereka yang terinfeksi. Sebab, perlu ada fase pengujian di mana mereka berencana mengujinya pada hewan terlebih dahulu sebelum beralih melakukan uji coba pada manusia. 

Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (29/1/2020), Yuen memperkirakan kemungkinan perlu beberapa bulan untuk mengujinya pada hewan. Dan, satu tahun lagi sebelum uji klinis manusia dapat dimulai. Vaksin ini dikatakan berdasarkan pada vaksin influenza semprot hidung yang sebelumnya juga dikembangkan oleh tim Yuen.

Vaksin baru pada dasarnya mengambil vaksin lama dan memodifikasinya dengan bagian antigen permukaan dari coronavirus. Secara teori, seharusnya metode ini bisa mencegah tidak hanya virus corona, tetapi juga virus influenza.

Baca Juga: Khawatir Virus Corona, Facebook dan LG Batasi Perjalanan Bisnis ke China

"Kami sudah memproduksi vaksin, tetapi akan membutuhkan waktu lama untuk menguji pada hewan. Jika vaksin tampak efektif dan aman di sejumlah spesies hewan, itu akan masuk ke uji klinis pada manusia. Ini membutuhkan setidaknya satu tahun bahkan jika dipercepat," ujar Yuen.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0