Mahasiswa Undip Ubah Limbah Tulang Ayam Jadi Pengemas Jamu Tradisional yang Bisa Dimakan :: Nusantaratv.com

Mahasiswa Undip Ubah Limbah Tulang Ayam Jadi Pengemas Jamu Tradisional yang Bisa Dimakan

Tulang ayam merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal
Mahasiswa Undip Ubah Limbah Tulang Ayam Jadi Pengemas Jamu Tradisional yang Bisa Dimakan
Mahasiswa Undip merubah limbah tulang ayam menjadi pengemas jamu tradisional. (undip.ac.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Inovasi baru dilakukan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah. Yakni, Pipit Riyanti, Setiya Rahayu, dan Kharisma Madda Ellyana. 

Mereka merubah limbah tulang ayam sebagai sumber kolagen yang dikombinasikan dengan sorghum sebagai sumber antioksidan untuk membuat edible film sebagai pengemas jamu tradisional.

Edible film merupakan lapisan tipis yang dapat dimakan yang dapat diaplikasikan sebagai pengemas jamu tradisional. Adanya pengemas yang dapat dimakan (edible film) akan mengurangi jumlah produksi sampah plastik terutama dalam industri pangan. 

"Kualitas edible film diuji dengan melihat struktur permukaan, kandungan edible film, kelarutan, dan sifat mekaniknya. Selain pembuatannya yang mudah, sumber bahan baku yang melimpah, edible film juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu menjaga kualitas produk jamu tradisional," ujar Setiya, salah satu mahasiswa yang dikutip nusantaratv dari situs resmi Undip, Kamis (20/6/2019).

Sementara itu, mahasiwa lainnya, Pipit mengatakan tulang ayam merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal, pemanfaatan limbah tulang ayam masih terbatas untuk kosmetik dan bahan perekat kayu. 

Selain itu, tulang ayam juga mengandung protein yang di dalamnya terdapat kolagen. Kolagen apabila dipanaskan akan menghasilkan gelatin yang dapat digunakan sebagai penguat atau perekat..

Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak sorghum yang ditambahkan akan membuat lapisan edible film menjadi kaku dan mudah patah sehingga akan lebih sulit larut dalam air.

Sedangkan apabila kandungan tulang dan alginat semakin banyak, akan berakibat pada sifat fisik edible film yang lentur dan mudah larut dalam air, namun sangat higroskopis sehingga tidak bertahan lama. Diperlukan komposisi yang seimbang antara tulang ayam, sorghum, dan alginate agar edible film yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang kuat, elastis, dan tahan lama.

"Harapannya, penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas ke aplikasi lain. Bahkan lebih dari sebagai pembungkus jamu tradisonal, sehingga diharapkan sampah plastik dapat direduksi secara efektif dan efisien. Dan membuat lingkungan tempat tinggal akan lebih nyaman dan sehat," tukasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0