Peneliti Kembangkan Baterai Lithium yang Tidak Akan Meledak :: Nusantaratv.com

Peneliti Kembangkan Baterai Lithium yang Tidak Akan Meledak

Baterai Menggunakan Anode Berbahan Lithium Metal yang Dikenal Kemampuannya Menyimpan Energi 50 Persen Lebih Banyak.
Peneliti Kembangkan Baterai Lithium yang Tidak Akan Meledak
Ilustrasi baterai lithium. (Gizchina)

Jakarta, Nusantaratv.com - Deakin University of Australia menciptakan pusat penelitian dan pengembangan baterai pada 2016. Hal itu didedikasikan sepenuhnya bagi kemajuan teknologi penyimpanan energi. 

Pekan ini, Universitas Deakin di Australia itu, mengumumkan purwarupa baterai lithium metal. Baterai jenis baru ini diklaim memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan baterai lithium yang ada saat ini. Selain itu, baterai mampu menyimpan lebih banyak energi di dalamnya. 

Dilansir dari Gizchina, Sabtu (7/3/2020), baterai ini menggunakan anode berbahan lithium metal. Material ini dikenal karena kemampuannya menyimpan energi 50 persen lebih banyak dari baterai yang ada saat ini. Tidak hanya itu, para peneliti juga menggunakan elektrolit ionik cair. Yakni jenis garam yang akan mencair dalam suhu ruangan. 

Baca Juga: Lensa Kontak Baru Bisa Jadi Solusi Atasi Buta Warna

Cairan ionik tidak mudah menguap dan tahan terhadap api. Yang berarti bahwa tidak seperti elektrolit yang ada saat ini. Jenis ini tidak akan meledak. Tidak hanya itu, baterai justru akan berkinerja lebih baik ketika memanas. Jadi tidak perlu sistem pendingin yang mahal dan rumit untuk menghentikan baterai dari kepanasan - kata Profesor Patrick Howlett, Direktur Pusat Penelitian itu. 

Dengan demikian, hal ini kemungkinan akan menjadi acuan bagi baterai yang selalu diisi daya dengan kecepatan penuh. Ya! panas pada baterai lithium bisa mengurangi kapasitas maupun usia pakai baterai. 

Tentu saja hal itu menjadi tidak berguna ketika akan digunakan pada perangkat telepon genggam atau laptop. Bahkan dalam beberapa kasus, akibat tingginya suhu baterai, jenis litihium bisa saja meledak

Setelah bertahun-tahun memusatkan perhatian pada proses dan detail pembuatan, tim telah mencapai tingkat tolak ukur yang pasti akan membuat semua orang di industri ini untuk memperhatikannya. Meskipun ini hanyalah batu loncatan menuju sel 1,7 Ah, yang akan segera diproduksi, tapi ini adalah tonggak penting dalam dunia baterai untuk menunjukkan teknologi baru - ujar Dr. Robert Kerr, Pemimpin Proyek Penelitian ini. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0