Sinergi Hyundai-Uber, Bangun Taksi Udara :: Nusantaratv.com

Sinergi Hyundai-Uber, Bangun Taksi Udara

Hyundai Secara Resmi Mengumumkan Kemitraan Dengan Uber Pada Ajang Consumer Electronics Show 2020.
Sinergi Hyundai-Uber, Bangun Taksi Udara
Hyundai bermitra dengan Uber akan memproduksi dan mendesain kendaraan udara. (Techcrunch)

Jakarta, Nusantaratv.com - Hyundai Motor melakukan sinergi dengan Uber dalam mengembangkan dan memproduksi taksi secara massal untuk jaringan berbagi perjalanan udara di masa depan.

Hyundai secara resmi mengumumkan kemitraan dengan Uber pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2020, di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS), pada 7-10 Januari ini. Pabrikan otomotif asal Korea Selatan (Korsel) itu juga meluncurkan konsep pesawat empat tempat duduk yang diberi nama SA-1, dimana sebagian diciptakan melalui proses open desain Uber.

Dalam kemitraan ini, Hyundai akan memproduksi dan mendesain kendaraan udara, sedangkan Uber akan menyediakan layanan wilayah udara, koneksi ke transportasi darat dan antarmuka pelanggan melalui jaringan berbagi perjalanan udara.

Baca Juga: Inilah Visi Toyota untuk Kota Masa Depan

Jaiwon Shin, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Divisi Urban Air Mobility (UAM), menyebut kedua belah pihak berfokus pada konsep infrastruktur untuk mendukung take-off dan landing pada kendaraan baru ini.

Sementara itu, Eric Allison, Kepala Uber Elevate, mengatakan Hyundai adalah mitra kendaraan pertama perusahaannya dengan pengalaman memproduksi mobil penumpang dalam skala global.

Kami percaya Hyundai memiliki potensi untuk membangun kendaraan Uber Air dengan harga yang tidak terlihat di industri kedirgantaraan saat ini, memproduksi pesawat terbang yang berkualitas tinggi dan dapat diandalkan dengan volume tinggi untuk menurunkan biaya penumpang per perjalanan," sebut Allison, dilansir dari Techcrunch, Kamis (9/1/2020).

Hyundai meluncurkan model konsep yang dirancang untuk melaju dengan kecepatan hingga 180 mil per jam dan pada ketinggian 1000 hingga 2000 kaki di atas tanah, dan jangkauan terbang hingga 60 mil. Kendaraan konsep akan serba listrik, menggunakan propulsi listrik terdistribusi dan ditenagai beberapa rotor dan baling-baling di sekitar badan pesawat.

Hyundai mengatakan desain yang menggunakan rotor yang lebih kecil, akan lebih tenang daripada helikopter berotor besar. Kendaraan akan membutuhkan pengemudi manusia, atau pilot, tetapi perusahaan mengklaim akan menjadi otonom.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0