Pengguna Ganti Smartphone Tiap 3 Tahun Sekali, Benarkah? :: Nusantaratv.com

Pengguna Ganti Smartphone Tiap 3 Tahun Sekali, Benarkah?

Berdasarkan hasil survei terbaru, para pengguna tidak tertarik membeli smartphone baru jika perangkat mereka belum mencapai dua tahun.
Pengguna Ganti Smartphone Tiap 3 Tahun Sekali, Benarkah?
Pengguna ganti smartphone tiap 3 tahun sekali. (Itgid)

Jakarta, Nusantaratv.com - Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa seseorang akan menggunakan ponsel pintar selama dua tahun sebelum memutuskan untuk menggantinya dengan model terbaru.

Sepertinya fakta tersebut saat ini terbantahkan. Berdasarkan hasil survei terbaru, para pengguna tidak tertarik membeli smartphone baru jika perangkat mereka belum mencapai dua tahun. Terlebih harga ponsel yang tinggi, dimana sebagian dibanderol lebih dari 1000 dolar AS atau sekitar Rp14,2 jutaan.

Dilansir dari Ubergizmo, Senin (26/8/2019), Strategy Analytics yang melakukan penelitian ini mengungkapkan bahwa siklus peningkatan ponsel cerdas semakin lama dari sebelumnya. Berdasarkan survei, mereka menemukan siklus peningkatan rata-rata di Amerika Serikat (AS) sekarang adalah 33 bulan. Ini berarti pengguna memutuskan mengganti ponsel pintar mereka hampir setiap 3 tahun.

Baca: Tahun Ini, Huawei Tak Akan Luncurkan Ponsel Harmony OS

Dalam survei yang dilakukan dengan metode sampling secara acak itu, baik untuk pengguna iPhone maupun Android, ditemukan rata-rata iPhone digunakan dalam jangka waktu 18 bulan, sedangkan rata-rata ponsel Samsung digunakan selama 16,5 bulan. 

Usia juga berperan dalam menentukan peningkatan, di mana mereka yang berusia 55 tahun ke atas cenderung menjaga ponsel mereka lebih lama, sementara mereka yang lebih muda ditemukan lebih sering memperbarui perangkat mereka.

Baca: Honor Dapat Kehormatan di Panggung Gamescom 2019, Perkenalkan Gamepad Sendiri

"Operator dan merek perangkat menghadapi inersia yang signifikan mengingat persepsi konsumen akan inovasi yang semakin berkurang atau nilai tambah marjinal dalam generasi berturut-turut perangkat unggulan," ujar David Kerr, Strategy Analytics Senior Vice President.

"Pada saat yang sama, pengejaran profitabilitas oleh vendor membuat harga smartphone naik ke atas bahkan di atas USD1.000. Harga untuk ponsel 5G akan menjadi penghalang utama meskipun 1 dari 4 mengakui itu penting untuk perangkat mereka berikutnya," lanjut Kerr.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0