Bocoran Dokumen, Huawei Bantu Korea Utara Bangun Jaringan Nirkabel :: Nusantaratv.com

Bocoran Dokumen, Huawei Bantu Korea Utara Bangun Jaringan Nirkabel

Huawei mengatakan tidak mempunyai bisnis di Korea Utara
Bocoran Dokumen, Huawei Bantu Korea Utara Bangun Jaringan Nirkabel
Huawei bantu Korea Utara bangun jaringan nirkabel. (VOA Indonesia)

Jakarta, Nusantaratv.com - Huawei Technologies, raksasa teknologi China yang terlibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), secara diam-diam membantu pemerintah Korea Utara (Korut) membangun dan memelihara jaringan nirkabel komersial negara itu. 

Dilansir dari The Washington Post, Selasa (23/7/2019), bahwa kajian terhadap dokumen internal perusahaan dan sumber-sumber yang dekat dengan operasional Huawei menunjukkan bahwa perusahaan itu bermitra dengan perusahaan milik pemerintah China, Panda International Information Technology, pada sejumlah proyek dengan Korut selama rentang waktu sedikitnya delapan tahun.

The Washington Post menyebutkan sumber informasinya yang terdiri atas perintah kerja terdahulu, kontrak-kontrak, dan tabel data, dimana informasi itu berasal dari mantan pegawai Huawei yang menganggap informasi dimaksud dapat menjadi konsumsi publik, namun tidak mau identitasnya disebut karena khawatir akan aksi balasan.

Bantuan Huawei untuk Korut segera menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan itu, yang menggunakan teknologi AS pada produknya, melanggar ketentuan kendali ekspor AS tentang penyediaan peralatan ke Korut. 

Rezim komunis yang tertutup itu terus berada di bawah sanksi ekonomi internasional terkait pengembangan senjata nuklirnya dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Departemen Perdagangan AS, yang menolak berkomentar, telah menyelidiki hubungan antara Huawei dam Pyongyang sejak 2016, namun tidak pernah secara terbuka mengungkap hubungan keduanya.

Terpisah, Departemen Kehakiman AS menuduh Huawei melakukan penipuan bank dan melanggar larangan berdagang dengan Iran. Perusahaan itu mengaku tidak bersalah.

Dalam penyataannya, Huawei mengatakan tidak mempunyai bisnis di Korut, tetapi menolak menjawab pertanyaan apakah perusahaan ini pernah bekerja di sana.

"Huawei berkomitmen penuh untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku di negara dan wilayah tempat kami beroperasi," demikian peryataan perusahaan seraya menyatakan termasuk seluruh kendali ekspor serta perundangan dan peraturan terkait sanksi PBB, Amerika, dan Uni Eropa.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, pada Senin (22/7/2019) bertemu dengan jajaran eksekutif perusahaan semi-konduktor dan perangkat lunak terkait isu ekonomi, termasuk penjualan produk mereka ke Huawei.

Meskipun Donald Trumph (Presiden AS) dan Xi Jinping (Presiden China) sepakat untuk membuka kembali penjualan yang tidak mengancam keamanan nasional Amerika, tapi Amerika belum merinci penjualan apa yang diizinkan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0