Nokia Wanti-wanti Inggris, Bahaya Gunakan Huawei untuk Layanan 5G :: Nusantaratv.com

Nokia Wanti-wanti Inggris, Bahaya Gunakan Huawei untuk Layanan 5G

Peralatan milik Huawei dinilai tidak aman
Nokia Wanti-wanti Inggris, Bahaya Gunakan Huawei untuk Layanan 5G
Inggris secara bertahap menggelar layanan 5G. (idntimes.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Perusahaan asal Finlandia, Nokia, mewanti-wanti Inggris agar berhati-hati menggunakan perlatan Huawei jika ingin menggelar layanan 5G.

Menurutnya, peralatan telekomunikasi milik Huawei itu sangat rentan terhadap keamanan sehingga berisiko jika digunakan. Nokia diketahui merupakan pesaing Huawei untuk penyedia teknologi komunikasi.

Marcus Weldon, Chief Technology Officer Nokia, mengatakan berdasarkan laporan yang dirilis perusahaan keamanan Amerika Serikat (AS), Finite State, peralatan jaringan vendor asal China itu terbilang tidak aman. Sebaliknya, peralatan Nokia dinilai aman.

"Di hampir semua kategori yang kami pelajari, kami menemukan perangkat Huawei kurang aman dibandingkan perangkat yang sebanding dari vendor lain," ujar Weldon, dikutip nusantaratv dari Detik, Sabtu (29/6/2019).

Diingatkannya, Inggris perlu menangani masalah ini dengan sangat serius. Sebab, 5G yang merupakan teknologi baru memainkan peran penting di infrastruktur utama.

"Itu artinya waspada jika menambahkan vendor China ke dalam infrastruktur jaringan, selama kerentanan ini kemungkinan atau cenderung ada berdasarkan praktik sebelumnya," tuturnya.

Soal pemberlakuan daftar hitam yang diberikan Departemen Perdagangan AS kepada Huawei, disebutkan Weldon bahwa dampak dari kebijakan tersebut membuat Huawei mendapat tekanan dari berbagai perusahaan teknologi global.

"Keadilan kembali terjadi di pasar. Kami di masa lalu dirugikan terhadap praktik-praktik yang diizinkan oleh orang China dalam hal mekanisme pendanaan," tambahnya.

Inggris diketahui secara bertahap meluncurkan jaringan 5G kepada warganya. Dalam menggelar layanan itu, operator seluler di Negeri Ratu Elizabeth tersebut memakai peralatan milik Huawei. 

Inggris berdalih, mengikuti larangan ke Huawei itu berarti menunda peluncuran 5G dan menambah ongkos biaya lainnya.

Di Inggris, Huawei memang tengah diawasi ketat oleh Government Communications Headquarters (GCHQ). Pemerintah Inggris telah meninjau keamanan rantai pasokan telekomunikasi. Di samping itu, mereka juga mendapat tekanan dari AS untuk melarang Huawei bila ingin menggelar 5G.

Huawei sendiri membantah peralatannya memiliki risiko keamanan seperti tudingan Nokia. Menurut Huawei, pernyataan tersebut dinilai menyesatkan.

"Kami punya rekam jejak yang terbukti memberikan produk-produk yang aman, dapat dipercaya, dan berkualitas tinggi untuk setiap operator telekomunikasi di Eropa. Kemanan siber tetap jadi prioritas utama Huawei dan di sini, di Inggris, kami tunduk pada pengawasan yang paling ketat dibandingkan pesaing lainnya di sektor kami," tegas Huawei.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0