Samsung dan Huawei Tingkatkan Penggunaan Chipset Buatan Sendiri di Smartphone-nya :: Nusantaratv.com

Samsung dan Huawei Tingkatkan Penggunaan Chipset Buatan Sendiri di Smartphone-nya

Samsung dan Huawei Telah Menambah Pengiriman Chipset Buatannya Hingga Lebih Dari 30 Persen Pada Kuartal Ketiga 2019.
Samsung dan Huawei Tingkatkan Penggunaan Chipset Buatan Sendiri di Smartphone-nya
Samsung dan Huawei ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga. (GizmoChina)

Jakarta, Nusantaratv.com - Samsung dan Huawei ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga. Untuk itu, kedua raksasa teknologi itu meningkatkan penggunaan chipset mereka sendiri untuk produk-produknya.

Menurut IHS Markit, hal ini menimbulkan perubahan besar di pasar. Laporan itu menyebut Samsung dan Huawei telah menambah pengiriman chipset buatannya hingga lebih dari 30 persen pada kuartal ketiga (Q3) 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini sejalan dengan turunnya pangsa pasar Qualcomm sebesar 16,1 persen di periode yang sama.

Selain itu, sebuah laporan juga mengungkap Samsung sudah menggunakan prosesor Exynos pada 80,4 persen smartphone mid-range besutannya di Q3 2019. Angka ini meningkat dari jumlah sebelumnya yakni 64,2 persen pada 2018. Secara keseluruhan, chipset Exynos sudah terdapat pada 61,4 persen smartphone Samsung di kuartal yang sama.

Baca Juga: MediaTek Menggoda Chipset Dimensity 800, Incar Pasar Kelas Menengah

Di sisi lain, seperti dilansir dari GizmoChina, Kamis (9/1/2020), Huawei juga melakukan hal sama. Raksasa teknologi asal China itu sudah menggunakan prosesor Kirin pada 74,6 persen smartphone buatannya yang dikirimkan di kuartal ketiga 2019. Menurut IHS Markit, jumlah ini meningkat dari jumlah persentase di kuartal yang sama tahun sebelumnya, yakni 68,7 persen.

Ini menjadi perubahan besar, mengingat sebelumnya Huawei hanya menggunakan chipset Kirin-nya untuk smartphone flagship-nya saja. Namun, saat ini memperluas penggunaan prosesor Kirin untuk smartphone mid-range juga.

Disebutkan porsi pasokan Qualcomm ke Huawei menurun menjadi menjadi 8,6 persen pada kuartal ketiga 2019. Angka ini turun 24 persen pada kuartal ketiga 2018. Di sisi lain, MediaTek meningkatkan pasokan ke Huawei menjadi 16,7 persen dari 7,3 persen pada tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pada kuartal ketiga 2019, Qualcomm masih dapat mempertahankan posisinya di pangsa pasar prosesor seluler global. Qualcomm disebut menguasai 31 persen pangsa pasar prosesor seluler global, yang diikuti MediaTek sebesar 21 persen. Samsung (Exynos) dan Huawei (Kirin) membuntuti dengan pangsa pasar masing-masing, yakni 16 persen dan 14 persen.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1