Smart Parking, Teknologi Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir :: Nusantaratv.com

Smart Parking, Teknologi Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir

Mahasiswa ITS menciptakan Smart Parking, yakni sistem parkir otomatis yang dapat menginformasikan ketersediaan lahan parkir tanpa perlu berkeliling.
Smart Parking, Teknologi Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir
Mahasiswa ITS ciptakan Smart Parking. (Dok. Humas ITS)

Surabaya, Nusantaratv.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Labib Izzatur Rahman menciptakan Smart Parking. Yakni, sistem parkir otomatis yang dapat menginformasikan ketersediaan lahan parkir tanpa perlu berkeliling.

Ini adalah perangkat terintegrasi berbasis Arduino untuk mengolah inputasi data. Berdasarkan fungsi dan lokasi penempatannya, sistem Smart Parking ini terdiri dari dua perangkat yang masing-masing terletak di gerbang masuk dan atap tiap-tiap lahan parkir.

"Perangkat di gerbang berfungsi untuk mendeteksi kendaraan yang masuk, sedangkan yang terletak di atap lahan parkir fungsinya untuk menginput data lahan parkir yang masih kosong atau sudah terisi," ujar Labib, dilansir laman ITS, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga: Rektor ITS: Teknologi 5G Bakal Ubah Seluruh Sektor Kehidupan

Namun, sistem yang masih berbentuk prototipe ini, lanjut Labib, memerlukan tiga perangkat keras utama agar dapat berfungsi. Yakni prototipe sensor beserta perangkatnya, router, serta laptop sebagai server utama. 

Jenis sensor yang digunakan dalam sistem Smart Parking ini adalah sensor ultrasonik yang menggunakan jarak sebagai ukuran baca detektornya. Sensor ini digunakan di kedua perangkat, baik di gerbang maupun di atap lahan parkir.

"Untuk sensor di atap lahan parkir, saya atur supaya bisa mendeteksi objek dengan ukuran minimal dua per lima dari tinggi total lahan parkir tersebut," terangnya.

Untuk luaran sensor sendiri, dirinya memberi perangkat berbeda antara sensor gerbang dan atap lahan parkir. Untuk di gerbang, Labib menggunakan perangkat bernama motoservo untuk menggerakkan portal gerbang. Sedangkan di atap lahan parkir, dua buah lampu LED berwarna merah dan hijau yang digunakan.

Baca Juga: ITS Rilis myITS Office, Sistem Tata Surat Digital

"Saat sebuah lahan parkir terisi, LED yang awalnya hijau akan berubah menjadi merah, sedangkan portal akan terbuka saat terdapat lahan parkir yang kosong, dan tetap tertutup saat sudah penuh," jelas pria kelahiran 1997 itu.

Informasi ketersediaan lahan, menurut Labib, dapat diakses pengunjung melalui situs web terkait. Di sana akan nampak informasi ketersediaan lahan parkir yang disajikan dengan warna hijau. 

Sebagai fitur tambahan, terdapat juga fitur 'Reservasi' yang dapat dipesan sebelum pengunjung datang. Namun fitur ini membutuhkan seorang admin untuk mengoperasikannya, tidak otomatis.

"Lahan yang telah dipesan akan berwarna merah meskipun kosong, namun akan menjadi hijau kembali ketika admin menekan tombol khusus yang menandakan sang pemesan telah datang," tambahnya.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ubah Polusi Udara Jadi Gas Ramah Lingkungan

Labib mengklaim, sistem ini sangat efektif untuk diterapkan di berbagai tempat, terutama pusat-pusat perbelanjaan yang menggunakan lahan parkir bertingkat. Untuk biaya, sistem Smart Parking ini jauh lebih murah dibanding sistem Secure Park yang banyak digunakan di pusat-pusat perbelanjaan saat ini.

"Secara efektivitas juga lebih tinggi daripada mempekerjakan juru parkir manual, sehingga dapat saya katakan peluang untuk pengimplementasiannya cukup besar, hanya tinggal mencari pasarnya saja," tukas mahasiswa angkatan 2015 itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0