Smartphone Xiaomi Kumpulkan Data Lewat Browser Pengguna? :: Nusantaratv.com

Smartphone Xiaomi Kumpulkan Data Lewat Browser Pengguna?

Xiaomi Menanggapi Tuduhan dan Mengatakan Jika Temuan Forbes Menyesatkan.
Smartphone Xiaomi Kumpulkan Data Lewat Browser Pengguna?
Ilustrasi. (Tech4Gamer)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menurut seorang peneliti keamanan yang bekerja dengan Forbes, Xiaomi mengumpulkan data penelusuran (browsing) dari para pengguna yang menggunakan smartphone Xiaomi dan browser bawaan.

Lebih mengejutkan adalah pengumpulan data ini tetap dilakukan kendati pengguna dalam mode incognito atau bahkan saat menggunakan mesin pencari DuckDuckGo.

Dilansir dari GSM Arena, Sabtu (2/5/2020), sang peneliti bernama Gabriel Cirlig, menggunakan Redmi Note 8 untuk aktivitas harian. Dia melihat jika smartphone itu mencatat hampir semua hal yang dia lakukan pada perangkat miliknya tersebut.

Datanya dikirim ke server di Rusia dan Singapura. Sekalipun domain-domainnya berada di Beijing. Data itu berupa screenshot, situs yang dikunjungi, folder yang dibuka, setting yang diubah, musik yang diputar pada aplikasi default dan lain-lain.

Baca Juga: Masuk Dapur DxOMark, Ini Hasil Pengujian Kamera Samsung Galaxy Z Flip

Data itu sendiri dienkripsi dengan buruk menggunakan format base64. Jadi sangat mudah untuk mengubah data itu menjadi teks biasa.

Gabriel Cirlig kemudian mengunduh dan menginstal ROM untuk Xiaomi Mi 10, Redmi K20 dan Mi Mix 3. Dia menemukan celah keamanan yang sama pada ketiga model smartphone itu. Sedangkan peneliti keamanan lain, Andrew Tierney, juga menemukan perilaku mencurigakan di Mi Browser Pro dan Mint Browser.

Xiaomi menanggapi tuduhan itu dan mengatakan jika temuan Forbes menyesatkan dan tidak benar. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan jika Xiaomi mematuhi semua hukum dan aturan lokal terkait privasi data pengguna dan semua data browsing yang dikumpulkan bersifat anonim.

Sementara itu, alasan Xiaomi mengumpulkan data tersebut adalah karena perusahaan ingin meningkatkan pengalaman browsing pengguna. Lebih penting lagi, data tidak dapat dilacak kepada pengguna tertentu.

Namun, sebuah video yang dikirim Gabriel Cirlig kepada Xiaomi menunjukkan browser mereka mengirimkan histori kepada server bahkan dalam mode incognito.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0