Waspada, Data iPhone Rentan Dicuri Hacker :: Nusantaratv.com

Waspada, Data iPhone Rentan Dicuri Hacker

Meski belum terverifikasi, pengguna iPhone iOS lawas perlu mewaspadai bahwa malware ini berpotensi masih ada.
Waspada, Data iPhone Rentan Dicuri Hacker
Data iPhone rentan dicuri hacker. (Digital Trends)

Jakarta, Nusantaratv.com - Data berbagai iPhone yang menjalankan iOS 10 hingga iOS 12 telah dicuri peretas melalui website. Hal itu terungkap berkat temuan Google Project Zero. Demikian dilansir dari Digital Trends, Sabtu (31/8/2019).

Penelitian yang dilakukan selama 30 bulan itu menemukan eksploitasi Safari sebagai media bagi peretas untuk memuat malware ke perangkat. Hanya dengan mengakses halaman website yang terinfeksi malware, maka hacker bisa melancarkan aksinya dengan menginfeksi perangkat iOS. 

Kendati website itu hanya diakses satu kali saja oleh pengguna, peretas sudah bisa mengakses seluruh data sensitif dari seluruh perangkat. Menurut Google, yang paling pertama terinfeksi adalah iOS 10.0.1, atau setidaknya perangkat yang menerima pembaruan iOS sejak September 2016.

Baca: Face ID di iPhone 11 Akan Bisa Deteksi Wajah dari Berbagai Sudut

Setelah malware dimuat, peretas memiliki akses ke berbagai data dari perangkat yang terinfeksi. Di antara data yang diakses peretas adalah pesan WhatsApp, Telegram dan aplikasi pesan lainnya, mulai dari data lokasi yang akurat hingga detail kontak. 

Malware ini bahkan mampu mengambil salinan gambar dan email yang diterima di perangkat. Dan itu terjadi tanpa sepengetahuan pengguna. Malware tersebut akan mengirim pembaruan setiap 60 detik untuk memastikan hacker selalu mendapat versi terbaru dari semua data yang telah dicuri. 

Namun, sisi baiknya adalah malware ini bisa dihapus dengan me-reset perangkat karena malware tidak akan disimpan dalam penyimpanan lokal. Pembaruan yang konstan sangat memiliki risiko pada usia baterai perangkat.

Baca: Tak Lagi Bergantung Pada Samsung, Apple Gunakan Panel OLED dari BOE untuk iPhone 2020

Google telah melaporkan pelanggaran ini pada 1 Februari lalu, kemudian Apple memperbaikinya melalui patch keamanan pada 7 Februari. Namun kemungkinan patch tersebut hanya untuk perangkat dengan iOS versi terbaru yakni iOS 12. 

Meski belum terverifikasi, pengguna iPhone iOS lawas perlu mewaspadai bahwa malware ini berpotensi masih ada. Menurut Apple, eksploitasi ini hanya berdampak pada 12 persen dari semua perangkat iOS yang aktif. Solusi agar malware tak menginfeksi perangkat salah satu cara yang bisa dilakukan dengan meningkatkan iOS ke versi terbaru.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0