AS Tuding China Retas Penelitian Vaksin Virus Corona :: Nusantaratv.com

AS Tuding China Retas Penelitian Vaksin Virus Corona

FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri Dilaporkan Berencana Secara Terbuka Menuduh China Berupaya Mencuri Penelitian di AS Terkait Virus Corona.
AS Tuding China Retas Penelitian Vaksin Virus Corona
Ilustrasi. (Sky News)

Jakarta, Nusantaratv.com - Selama berbulan-bulan, para pejabat Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan mengenai lonjakan serangan cyber selama pandemi virus corona (COVID-19). Tapi mereka menahan diri untuk tidak menunjuk satu negara.

Saat ini, seperti dilansir dari VOA News, Selasa (12/5/2020), ketika persaingan sengit global untuk mendapatkan vaksin virus corona meningkat dan para peretas menyasar penelitian ilmiah terkait, para pejabat AS bersiap untuk menuding musuh cyber lamanya, yakni Cina.

Dalam peringatan bersama yang dijadwalkan beberapa hari mendatang, FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dilaporkan berencana secara terbuka menuduh China berupaya mencuri penelitian di AS yang terkait dengan vaksin, perawatan, dan uji virus corona.

Tab Bradshaw, CEO Redpoint Cybersecurity dan anggota kelompok kerja berbagi informasi tingkat lanjut dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, mengkonfirmasi peringatan yang direncanakan dalam sebuah wawancara pada Senin (11/5/2020).  

Saya pikir itulah yang seharusnya terjadi - kata Bradshaw kepada VOA.

Ini adalah langkah politis untuk menyebut pemerintah Komunis China dan menyatakan kepada dunia bahwa mereka secara aktif mencoba mencuri teknologi AS - lanjut Bradshaw. 

Baca Juga: Militer AS Kembangkan Perangkat Pendeteksi Virus Corona 

FBI tidak berkomentar. DHS juga tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar. AS telah lama mencap Negeri Tirai Bambu itu bersama Rusia, Korea Utara, dan Iran sebagai  sumber utama serangan cyber dan menuduh Beijing mencuri kekayaan intelektual AS dalam upaya lebih unggul bersaing dengan AS.

Apa lagi yang baru dengan China? Katakan - ucap Presiden Donald Trump saat konferensi pers Gedung Putih ketika ditanya tentang laporan dugaan pencurian China atas penelitian vaksin. 

Tapi, secara terbuka menuduh China berusaha mencuri penelitian eksklusif yang terkait dengan vaksin COVID-19 kemungkinan akan memperburuk ketegangan antara Beijing dan Washington karena pemerintahan Adi Kuasa itu terus menyalahkan China sebagai asal pandemi virus corona, dan atas kegagalanya bertindak cukup cepat untuk memperingatkan negara lain dan mencegah penyebaran virus corona.

Peringatan FBI-DHS hadir menyusul peringatan bersama yang dikeluarkan pekan lalu oleh pejabat siber AS dan Inggris. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) AS dan National Cyber Security Centre Inggris mengatakan sedang menyelidiki sejumlah insiden yang melibatkan perusahaan farmasi, organisasi penelitian medis, dan sejumlah universitas.

Organisasi yang terlibat dalam penelitian terkait COVID-19 adalah target yang menarik bagi peretas, yang mencari informasi untuk upaya penelitian dalam negeri mereka ke dalam pengobatan terkait COVID-19 - kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan. 
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0