Militer AS Kembangkan Perangkat Pendeteksi Virus Corona :: Nusantaratv.com

Militer AS Kembangkan Perangkat Pendeteksi Virus Corona

Hal Ini Juga Akan Membantu Melacak atau Mencegah Penyebaran Virus Corona.
Militer AS Kembangkan Perangkat Pendeteksi Virus Corona
Ilustrasi. (Gizchina)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejak penyebaran virus corona (COVID-19), tidak ada prognosis yang sederhana atau langsung untuk virus. Lebih buruk lagi, diagnosis penyakit yang sangat menular ini tidak sederhana.

Hal ini berarti tidak bisa hanya berjalan ke lab apa pun untuk pengujian. Saat ini, cara paling sederhana untuk mengidentifikasi COVID-19 adalah mengidentifikasi kombinasi gejala dan membuat 'asumsi' yang dihitung.

Dikutip dari Gizchina, Selasa (12/5/2020), laporan terbaru menunjukkan militer Amerika Serikat (AS) ingin segera mengembangkan perangkat yang dapat dipakai untuk mendeteksi berbagai gejala COVID-19.

Menurut laporan media, Angkatan Darat AS telah menandatangani kontrak Litbang senilai 25 juta dolar AS dengan perusahaan teknologi. Tujuan utama kontrak ini adalah untuk mengembangkan perangkat yang dapat dipakai untuk mendeteksi gejala awal virus corona.

Baca Juga: Airbus Akan Pasang Kamera Pendeteksi Bau Virus Corona

Menurut tender, militer AS sangat perlu mengembangkan perangkat ini. Dibutuhkan alat diagnostik yang dapat dipakai dan cepat untuk mengidentifikasi dan mengisolasi kasus sebelum gejala. Ini juga akan membantu melacak atau mencegah penyebaran virus corona.

Alat diagnostik itu dapat dikenakan di pergelangan tangan seperti jam tangan atau pada sabuk baju. Tujuannya untuk menyediakan biomarker molekuler untuk demam, sesak napas, paparan virus, dan bahkan indikator antibodi.

Selanjutnya, perangkat memantau pemakainya secara real-time. Jika ada gejala minor, sensor akan secara otomatis mengingatkan pengguna. Dengan cara ini, staf medis dapat melakukan tes komprehensif, isolasi dan diagnosa lebih lanjut lainnya.

Virus corona baru menjadi lebih menular ketika korban menunjukkan gejala. Dengan demikian, ada kebutuhan untuk mendeteksi gejala 'bayi'. Ini mungkin akan menghilangkan kebutuhan untuk pengujian acak.

Saat ini, unit tentara di Fort Benning, Georgia, bertanggung jawab untuk memastikan kemampuan tempur canggih prajurit jarak dekat. Ini juga mengubah kacamata yang digunakan dalam pertempuran menjadi peralatan yang mampu mengukur suhu 300 tentara dalam 25 menit.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0