100 Museum di Indonesia Masuk Kategori Tak Layak :: Nusantaratv.com

100 Museum di Indonesia Masuk Kategori Tak Layak

100 museum masuk kategori tak layak tampung koleksi sejarah
100 Museum di Indonesia Masuk Kategori Tak Layak
Forum Tematik Bakohumas. (setkab.go.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda Ambas mengatakan, dari 435 museum yang terdaftar di seluruh Indonesia, banyak museum yang kondisinya kurang perhatian dan jarang dikunjungi masyarakat.

"Bahkan ada 100 museum yang termasuk kategori tidak layak menampung koleksi sejarah," ujar Fitra dalam pemaparannya pada Forum Tematik Bakohumas yang diselenggarakan Kemendikbud, di Hotel Novotel, dikutip nusantaratv dari setkab.go.id, Jumat (21/6/2019).

Sebagian dari museum-museum itu, lanjut Fitra, terpaksa tutup karena tidak mempunyai dana operasional. Lebih lanjut, ia mengungkapkan menurunnya fungsi museum sebagai ruang publik terjadi beberapa hal, yakni perubahan kelembagaan, dituntut untuk menghasilkan dana, data yang tidak akurat atau informasi koleksi, SDM yang tidak kompeten, keterbatasan anggaran, dan tidak memiliki program yang jelas.

"Artinya museum dimaknai sebagai penyimpan alias gudang saja. Sedangkan poin paling penting dari museum adalah cerita di balik benda-benda sejarah," jelas Fitra.

Ia menilai, penurunan fungsi museum itu juga tidak terlepas dari diserahkannya urusan pengelolaan museum ke daerah seiring dengan era otonomi daerah. Sementara bagi daerah pengelolaan museum tidak menjadi prioritas. Akibatnya, banyak museum yang merana, dan lebih berfungsi sebagai penyimpan artefak.

Fitra membandingkan dengan berkembangnya museum yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Museum Bank Indonesia maupun Museum Bank Mandiri, di Jakarta.

Agar bisa kembali berfungsi dengan baik, Fitra menyarankan, pengelola museum harus bisa mengemas koleksi sesuai dengan kebutuhan, sehingga bisa mendongkrak segmentasi pasar, promosi, serta nilai estetika dan ilmiahnya dengan catatan hendaknya jangan mengganggu fungsi dasar museum sebagai pelestari.

Selain itu, lanjut Fitra, pengelola museum harus mampu mencuatkan nilai-nilai unggul koleksi yang tersimpan dan disajikan kepada publik, dan merevitalisasi  sistem pengelolaan museum agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman serta kompatibel dengan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

"Upayakan pemanfaatan museum sebagai area publik, sehingga pengelola museum dituntut untuk dapat memberikan program dan kegiatan publik yang bernuansa kreatif, menyenangkan dan edukatif," jelas Fitra.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0