Atasi Masalah Penglihatan, Mahasiswa UNAIR Ciptakan Kornea Buatan :: Nusantaratv.com

Atasi Masalah Penglihatan, Mahasiswa UNAIR Ciptakan Kornea Buatan

Pengganti kornea perlu diupayakan mengatasi masalah penglihatan
Atasi Masalah Penglihatan, Mahasiswa UNAIR Ciptakan Kornea Buatan
Mahasiswa UNAIR ciptakan kornea buatan. (unair.ac.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Data dari Bank Mata Indonesia pada 2017 menyebutkan hanya 5-10 persen pasien kebutaan di Indonesia yang dapat menjalani transplantasi kornea.

Sehingga alternatif pengganti kornea perlu diupayakan untuk mengatasi masalah tersebut. Berangkat dari hal itu, tim PKM Penelitian Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Jawa Timur, yang diketuai Novi Dwi Widya Rini serta beranggotakan Marsya Nilam Kirana dan Tri Astutik, berinovasi untuk membuat kornea buatan.

Novi mengatakan kornea buatan tersebut berbahan dasar kolagen dengan tambahan kitosan dan sodium hyaluronate. Ia menjelaskan ada alasan dari pemilihan bahan-bahan itu.

Kolagen tipe I yang merupakan komponen terbesar dari kornea, jelasnya, memiliki sifat mampu meningkatkan biokompatibilitas dan kekuatan mekanik dari material.

"Kolagen juga mampu meningkatkan sifat hidrofilik biomaterial pengganti kornea, yang membuat lingkungan topografi yang sesuai untuk interaksi seluler dan spesifitas jaringan," ujar Novi.

Sementara kitosan, lanjutnya, memiliki sifat yang baik pada bioadhesi, permeabilitas, toksisitas, dan ocular tolerance. Kitosan yang ditambahkan pada kolagen, imbuh Novi, dapat memperbaiki waktu biodegradasi serta meningkatkan sifat mekanik dan kestabilan dari kolagen.

Sedangkan sodium hyaluronate juga ditambahkan karena diketahui dapat meningkatkan presentase transmitansi cahaya.

"Kornea buatan ini tidak hanya di lakukan uji in vitro atau skala lab saja, tapi juga dilakukan uji in vivo pada hewan coba yaitu diimplankan pada kelinci," tuturnya.

Novi menambahkan bahwa hasil riset yang ia lakukan dan tim diharapkan memiliki sifat biokompatibel, memenuhi fungsi dari kornea itu sendiri, mudah untuk diimplankan, tidak mengakibatkan inflamasi, dan bersifat biodegradable.

"Sehingga mampu menjadi rekayasa jaringan yang dapat membantu atasi masalah penglihatan, terutama di Indonesia," tukas Novi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0