Australia Luncurkan Kamera AI, Bisa Deteksi Pengemudi yang Lalai :: Nusantaratv.com

Australia Luncurkan Kamera AI, Bisa Deteksi Pengemudi yang Lalai

Pengemudi yang Tertangkap Mengirim Pesan Teks Saat Mengemudi Akan Diganjar Denda Senilai 344 Dolar Australia atau Sekitar Rp3,2 Juta.
Australia Luncurkan Kamera AI, Bisa Deteksi Pengemudi yang Lalai
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketika terdapat kamera lalu lintas, sebagian besar biasanya digunakan untuk menangkap pengemudi yang melanggar batas kecepatan serta menangkap pengendara yang mencoba menerobos lampu merah.

Namun, berbeda halnya ketika menangkap pengemudi yang mengirim pesan teks saat mengemudi, dimana terlalu rumit dan biasanya memerlukan proses secara manual.

Setidaknya itulah yang terjadi di seluruh dunia, tapi tidak dengan Australia. Sebab, pemerintah negara tersebut meluncurkan kamera AI (Artificial Intelligent/Kecerdasan Buatan) dan kemungkinan menjadi pertama di dunia yang dapat menangkap pengemudi yang tengah asyik menggunakan ponsel saat mengemudi.

Baca Juga: Gedung Putih Berencana Atur Penggunaan AI

Dilansir dari Ubergizmo, Senin (13/1/2020), kamera ini nantinya akan diluncurkan di negara bagian New South Wales, di mana pemerintah berharap dengan memaksimalkan kemampuan kamera ini dapat menemukan pengemudi yang mengirim pesan teks saat mengemudi, untuk mencegah serta mengurangi kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian saat mengemudi.

"Beberapa orang belum mendapatkan informasi tentang penggunaan ponsel secara legal dan aman. Jika mereka berpikir bahwa mereka dapat terus menempatkan keselamatan diri mereka sendiri, penumpang mereka dan masyarakat dalam risiko tanpa konsekuensi, mereka berada dalam rude shock," kata Andrew Constance selaku Menteri Transportasi dan Jalan New South Wales, Australia.

Pengemudi yang ketahuan mengirim pesan saat mengemudi selama tiga bulan pertama sistem dihidupkan, akan menerima surat peringatan. Setelah itu, pengemudi yang tertangkap kemudian akan diganjar denda senilai 344 dolar Australia atau sekitar Rp3,2 juta dan lima point demerit.

Pemerintah Australia sendiri berniat memperluas sistem, di mana sistem ini diperkirakan akan melakukan sebanyak 135 juta pemeriksaan kendaraan setiap tahun pada 2023.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0