Berpotensi Hemat Rp26 Triliun, Kementan Berhasil Kembangkan Bio Diesel-100 :: Nusantaratv.com

Berpotensi Hemat Rp26 Triliun, Kementan Berhasil Kembangkan Bio Diesel-100

Kemtan berhasil mengembangkan bahan bakar Bio Diesel B-100
Berpotensi Hemat Rp26 Triliun, Kementan Berhasil Kembangkan Bio Diesel-100
Bio Diesel B-100 berpotensi menghemat Rp26 triliun. (setkab.go.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan forum tematik bertema 'Bio Diesel B-100 Sebagai Alternatif Bahan Bakar Masa Depan', di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), pada Kamis (4/7/2019) dan Jumat (5/7/2019).

Doddy Setiadi, Ketua Umum Bakohumas, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bambang Gunawan mengatakan, impian Indonesia mempunyai energi terbarukan bukan hanya angan-angan semata.

"Kementerian Pertanian telah berhasil mengembangkan bahan bakar Bio Diesel B-100 atau 100% Biosolar (green fuel) di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat di Indonesia," ujar Doddy.

Bio Diesel B-100 ini, jelas Doddy, bermanfaat dari segi ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Dari segi ekonomi, pengunaan B-100 lebih murah 40% dibandingkan bahan bakar solar karena 1 liter solar hanya mampu menempuh jarak 9,6 km, sementara penggunaan 1 liter B-100 mampu menempuh jarak 13,1 km.

"Oleh karenanya, pengunaan B-100 berpotensi mampu menghemat devisa senilai Rp26,66 triliun," lanjut Doddy.

Sedangkan dari segi lingkungan, menurutnya, pengunaan B-100 lebih ramah lingkungan karena CO (Karbon Monoksida) yang dihasilkan lebih rendah 48% dibandingkan solar. Kemudian, dari segi pemberdayaan masyarakat mampu mensejahterakan petani sawit.

Pada Kamis (4/7/2019), Kementan menghadirkan tiga pembicara yang juga melakukan penelitian terhadap Bio Diesel B-100. Sesi pertama dibuka Sam Herodian, Staf Ahli Menteri Kementan, yang membahas tentang 'Kebijakan B-100 sebagai Alternatif Bahan Bakar Masa Depan'.

Lalu Desrial, Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta), berbicara mengenai 'Peluang dan Tantangan Pengembangan Bio Diesel dan Industrialisasi Kedepan'. Kemudian ditutup Syafaruddin, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kementan, dengan tema presentasi 'Progres Penelitian Penelitian B-100'.

Sementara itu, pada Jumat (5/7/2019), peserta Bakohumas diajak berkeliling Agro Widyawisata Ilmiah Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementan.

Di sana, para peserta Bakohumas melihat proses pembuatan Bio Diesel B-100, serta berkunjung ke kebun kopi dan kakao milik Balittri Kementan. Tak lupa, para peserta Bakohumas disuguhi minuman kopi dan cokelat hasil olahan Balittri Kementan.

Forum Tematik Bakohumas kali ini dihadiri oleh kurang lebih 100 pejabat pengelola kehumasan dari 48 Kementerian dan Lembaga, Organisasi Profesi, serta perwakilan Senat Mahasiswa.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0