Bersinar di Malaysia, Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara International Robotic Competition :: Nusantaratv.com

Bersinar di Malaysia, Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara International Robotic Competition

Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan MAN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag DIY, dan madrasah Indonesia pada umumnya.
Bersinar di Malaysia, Siswa MAN 1 Yogyakarta Juara International Robotic Competition
Siswa MAN 1 Yogyakarta juara International Robotic Competition. (Dok. Humas Kemenag)

Yogyakarta, Nusantara.com - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta, Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya Esza sukses meraih medali emas dalam International Robotic Competition, di International Islamic University Malaysia (IIUM). 

"Alhamdulillah Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan MAN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag DIY, dan madrasah Indonesia pada umumnya. Semoga bisa menjadi jalan kesuksesan untuk siswa yang telah berprestasi tersebut," ujar Wiranto Prasetyahadi, Kepala MAN 1 Yogyakarta, dilansir laman Kemenag, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga: Siswa MAN 1 Harumkan Nama Indonesia di Jepang, Ukir Emas Pada Ajang Robotika Internasional

Diungkapkannya, prestasi ini menjadi bukti siswa madrasah bisa berprestasi di ajang internasional, bersaing dengan sekolah umum bahkan sekolah dari negara lain.

"Siswa madrasah harus tampil penuh percaya diri karena sudah banyak yang dapat membuktikannya, berprestasi akademik dan non akademik," lanjutnya.

Abizard dan Ammarsatya meraih emas pada cabang creative. Ada delapan kategori yang dilombakan pada International Robotic Competition di Malaysia. Selain creative, cabang lainnya adalah soccer robot, autonomous sumo, mini combat, trashure hunt, time rush, rove, dan drone.

Menurut Abizard, robot karyanya dengan Ammarsatya adalah automated egg sorter, based on convegor and light sensor (robot yang mensortir telor secara otomatis berbasis cahaya).

"Melalui robot ini, akan memudahkan dalam memilah dan membedakan antara telur segar dan telur busuk," urai Abizard.

Baca Juga: Siswa Madrasah Asal Sragen Ukir Prestasi di Ajang Robotik Internasional

Siswa kelahiran, Sleman, Yogyakarta, 3 Mei 2003 itu, menuturkan ide kreatif didapatkan ketika dia berkunjung di salah satu peternakan ayam petelur. Saat itu, dia melihat cara memilah telur ayam yang berjumlah banyak, tetapi hanya menggunakan cara yang sederhana, yaitu air atau dengan diterawang satu persatu dengan cahaya. Dia menilai cara itu tidaklah efektif dan efesien.

"Belajar dari kesulitan tersebut, kami lantas mempunyai gagasan dan ide bagaimana cara membantu para peternak agar mempermudah memilah dan membedakan telur yang masih segar dan telur yang sudah busuk," tukas Abizard.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0