Cegah Epidemi Virus Corona, China Hadirkan Helm Pintar :: Nusantaratv.com

Cegah Epidemi Virus Corona, China Hadirkan Helm Pintar

Helm Pintar Ini Diharapkan Mampu Menekan Penyebaran Virus Corona di Area Publik.
Cegah Epidemi Virus Corona, China Hadirkan Helm Pintar
Tangkapan layar dari situs web Teknologi Kuang-chi. (Kuang-chi Technology/China Daily)

Jakarta, Nusantaratv.com - China menerapkan teknologi modern guna mendeteksi orang yang terkena virus corona. Ya! Negeri Tirai Bambu itu menghadirkan helm pintar.

Diharapkan alat ini mampu menekan penyebaran virus corona di area publik. Helm pintar ini dilengkapi dengan kamera inframerah, yakni kamera yang mampu membaca dan merespon kode secara cepat.

Dimana akan ada prosesor yang akan menganalisis, menyimpan, dan mengunggah informasi yang diperolehnya. Helm pintar ini sudah mulai digunakan di pintu masuk departemen rawat jalan Rumah Sakit Rakyat Shenzhen di Provinsi Guangdong.

Dilansir dari China Daily, Kamis (5/3/2020), helm pintar ini dikembangkan oleh Kuang-chi Technology, sebuah perusahaan yang berbasis di Shenzhen. 

Helm ini didesain untuk membantu secara akurat melihat orang-orang dengan suhu abnormal di keramaian dalam waktu singkat, yang membuatnya berguna dalam perang melawan epidemi virus corona baru - kata Zheng Ruopeng, seorang kepala peneliti perusahaan.

Baca Juga: Bisa Dideteksi Lewat Smartphone, Aplikasi Pelacak Virus Corona Laku Keras

Sebagai peralatan yang dapat dikenakan, helm pintar ini bisa digunakan dengan nyaman, dan perusahaan juga telah menyesuaikan dan meningkatkan software-nya untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, menjadikan helm sebagai alat utama untuk meningkatkan efisiensi manajemen risikonya.

Qiu Chen, Presiden Rumah Sakit, mengatakan helm ini membantu menghemat tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi operasional departemen rawat jalan.

Rumah sakit juga mengirimkan informasi pasien demam kepada para ahli melalui jaringan dan menggunakan teknologi AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) untuk menganalisis riwayat medis masa lalu pasien, yang memberikannya dukungan intelektual dan teknologi yang kuat dalam perjuangannya melawan virus corona baru.

Qiu mengatakan epidemi telah membuat jaringan rumah sakit, yang didirikan pada 2012, melakukan serangkai tes yang ketat. Sebanyak 399 dokter dari 42 departemen klinis rumah sakit menawarkan konsultasi dan perawatan untuk pasien dengan penyakit umum dan kronis pada platform selama epidemi.

Sejak 31 Januari lalu, dokter telah menjawab 4.578 pertanyaan di platform, termasuk beberapa hal menyangkut demam dan virus corona baru.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0