CEO Boeing: Kami Lakukan Kesalahan Terapkan Sistem Peringatan Kokpit 737 MAX :: Nusantaratv.com

CEO Boeing: Kami Lakukan Kesalahan Terapkan Sistem Peringatan Kokpit 737 MAX

Muilenburg meyakini Boeing 737 MAX diijinkan terbang lagi
CEO Boeing: Kami Lakukan Kesalahan Terapkan Sistem Peringatan Kokpit 737 MAX
Pesawat Boeing 737 MAX. (itv.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dennis Muilenburg selaku CEO Boeing menegaskan perusahaannya melakukan kesalahan dalam menangani sistem peringatan kokpit yang bermasalah di pesawat jet 737 MAX sebelum dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang.

Pria kelahiran Orange City, Lowa, Amerika Serikat (AS), berusia 55 tahun itu, berjanji bakal bersikap transparan ketika pabrik pembuat pesawat itu berupaya agar pesawat yang dilarang terbang itu dapat kembali beroperasi.

"Komunikasi Boeing dengan para regulator, pelanggan dan masyarakat tidak konsisten, dan itu tidak dapat diterima," ujar Muilenburg seperti dikutip nusantaratv.com dari voaindonesia.com, Senin (17/6/2019).

Sedangkan administrasi Penerbangan Federal Amerika FAA menilai Boeing bersalah karena selama lebih dari satu tahun tidak memberitahu regulator bahwa indikator keamanan di kokpit pesawat jenis MAX itu tidak bekerja dengan baik.

Para pilot marah karena perusahaan itu tidak memberitahu mereka tentang piranti baru yang telah menyebabkan kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia.

"Kami jelas melakukan kesalahan dalam menerapkan peringatan itu," lanjutnya.

Muilenburg meyakini jika Boeing 737 MAX akan diijinkan terbang lagi akhir tahun ini. Diketahui, pesawat jenis 737 MAX ini telah dilarang terbang di seluruh dunia selama tiga bulan, dan otorita berwenang masih perlu menyetujui perbaikan piranti Boeing tersebut. 

"Kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines merupakan saat menentukan bagi Boeing, dan nanti hasilnya akan lebih baik dan kuat bagi perusahaan itu," tutur suami dari Rebecca Muilenburg itu.

Disisi lain, Muilenburg mengungkapkan dalam menghadapi peristiwa itu, Boeing menyikapi dengan rendah hati dan fokus pada upaya membangun kembali kepercayaan. Ia tegaskan hal itu menjelang gelaran Paris Air Show. 

Bahkan, ia memperkirakan jumlah pesanan dalam acara di Paris ini akan terbatas. Namun, ungkapnya, ini merupakan pameran udara terbesar sejak kedua kecelakaan itu terjadi.

"Acara ini penting untuk berbicara dengan para pelanggan dan pihak lain dalam industri ini," jelasnya.

"Boeing akan meningkatkan perkiraan jangka panjang atas permintaan pesawat global, terutama di tengah pertumbuhan berkelanjutan di Asia," tukas Muilenburg.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0