Ciptakan Gerobak Pengangkat Belerang, Mahasiswa IPB University Juara Invention of Mechanical Engineering Venture :: Nusantaratv.com

Ciptakan Gerobak Pengangkat Belerang, Mahasiswa IPB University Juara Invention of Mechanical Engineering Venture

Tiga mahasiswa IPB ukir prestasi membanggakan
Ciptakan Gerobak Pengangkat Belerang, Mahasiswa IPB University Juara Invention of Mechanical Engineering Venture
Sanhaji, Lilis Setiyorini, dan Luqman Abdul Fattah. (ipb.ac.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat (Jabar), yakni Sanhaji, Lilis Setiyorini dan Luqman Abdul Fattah, mengukir prestasi membanggakan.

Mereka sukses meraih juara pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional. LKTI ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Invention of Mechanical Engineering Venture yang digelar Himpunan Mahasiswa Mesin Politeknik Negeri Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sanhaji, Lilis dan Lukman menggagas mesin pengangkat belerang berbasis energi potensial dengan sistem sensor gyroscope bernama Stm01.

"Sensornya terletak di bawah gerobaknya dan dapat mengontrol penggunaan motor listrik. Stm01 dapat memaksimalkan produksi tambang belerang. Transportasi belerang menjadi kendala sehingga produktivitas penambangannya menurun," ujar Sanhaji dikutip nusantaratv dari situs resmi IPB, pada Selasa (18/6/2019). 

"Dengan mesin ini, produktivitas tambang meningkat sebesar 53,3 persen. Selama proses penambangan, aki yang digunakan dapat bertahan kurang lebih tiga jam. Tahap pembuatannya berupa pembuatan kerangka, pemasangan sistem kontrol, pengujian fungsional dan pengujian lapang," tambahnya.

Ide ini berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos didanai, namun belum berlanjut di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Sebelumnya, mereka pernah menjuarai lomba serupa di beberapa universitas dengan beberapa modifikasi. 

Sanhaji mengaku kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan lomba adalah proses pengujian dan perakitan sistem kontrol. Dimana pengujiannya dilakukan di Gunung Ijen, lokasi yang memproduksi belerang terbanyak di Indonesia.

"Transportasi mesinnya menjadi salah satu hambatan juga. Di sana merupakan daerah kawasan lindung dan tidak ada polusi, maka motor listrik dapat menjadi alternatif. Pada kompetisi ini dibutuhkan konsep mekanika teknik yang kuat untuk memudahkan analisa pembuatan," tutur Sanhaji.

"Kami berharap Stm01 segera mendapat hak paten dan pabrikasi massal untuk diterapkan di Gunung Ijen," tutup Sanhaji.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0