Dewan Pers: Informasi Seperti Oksigen :: Nusantaratv.com

Dewan Pers: Informasi Seperti Oksigen

Informasi ibarat oksigen maka harus yang murni
Dewan Pers: Informasi Seperti Oksigen
Ketua Dewan Pers 2019-2022, Muhammad Nuh. (panjimas.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Perkembangan teknologi di era sekarang ini sangat pesat. Berbagai kemajuan teknologi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Namun selalu saja ada tantangan bagi yang menerima maupun yang menyampaikan informasi melalui teknologi tersebut. 

Muhammad Nuh, Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, mengibaratkan informasi seperti oksigen. "Setiap orang tentu membutuhkan oksigen untuk bernafas. Namun, setiap orang mendapatkan oksigen dengan cara yang berbeda-beda," ujar Nuh melalui Program Tok Tok Kominfo Kepoin Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, yang dikutip nusantaratv dari situs resmi Kominfo, Rabu (26/6/2019).

Nuh menyebut layaknya oksigen saat ini setiap orang pasti membutuhkan. Kendati demikian, ia menekankan persoalan bagaimana menerima informasi.

"Intinya kita itu butuh informasi, esensinya itu. Oleh karena itu, sering saya istilahkan informasi itu ibaratnya oksigen, semua orang butuh oksigen. Tinggal bagaimana persoalannya, gimana saya bisa dapat oksigen itu," lanjut pria berusia 60 tahun itu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mencontohkan, informasi ibarat oksigen itu harus yang murni. Artinya, oksigen yang murni dan tidak terkontaminasi. Jika ada oksigen yang terkontaminasi, maka setiap orang bisa memfilter atau memilah dan memilih.

"Jadi ilustrasinya seperti itu. Oleh karena itu, kita sekarang sudah masuk pada era masyarakat yang berbasis informasi dan pengetahuan. Maka, mau tidak mau, yang namanya informasi itu jadi ruh-nya," imbuh Nuh.

Dijelaskannya, jika setiap orang meletakkan informasi sebagai ruh dalam pribadi masing-masing, maka informasi yang dikatakan baik, haruslah berbasis pada data. 

"Semuanya (informasi) harus basisnya data. Dari data ini kalau diolah jadi informasi, (dari) informasi ini kalau dicari keterkaitan antara informasi yang satu dengan informasi yang lain, nanti jadinya knowladge (pengetahuan)," tutur Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Jawa Timur (Jatim) periode 2003-2006 itu.

Melalai penjabaran esensi informasi berbasis data, kemudian menghasilkan pengetahuan, Ia menilai informasi tersebut akan berkembang menjadi wisdom (kebijaksanaan).

"Kalau kita cari keterkaitan dengan perkembangan masyarakat di era sekarang ini, maka motornya itu ilmu pengetahuan, kreatifitas dan inovasi. Karena untuk kreatif itu harus punya imajinasi," tutup Nuh.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0