EWAS, Alat yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi Dalam Waktu Kurang Dari 5 Detik :: Nusantaratv.com

EWAS, Alat yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi Dalam Waktu Kurang Dari 5 Detik

EWAS memakan daya listrik sebanyak 20 watt dan telah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan HAM serta telah diproduksi dan dipasang di sejumlah daerah di Indonesia. 
EWAS, Alat yang Bisa Mendeteksi Gempa Bumi Dalam Waktu Kurang Dari 5 Detik
EWAS, alat pendeteksi gempa bumi. (Dok. Humas UI)

Jakarta, Nusantaratv.com - Melalui alat bernama EWAS, masyarakat dapat mendeteksi kehadiran gempa bumi secara real time. Bahkan, alat ini mampu memberitahu kehadiran gempa dalam waktu kurang dari 5 detik.

Guna menghadirkan EWAS ke masyarakat, Supriyanto tengah mendirikan sebuah perusahaan rintisan (startup company) bergerak di bidang teknologi bernama Geosinyal.

Melalui Geosinyal diharapkan dapat melayani masyarakat akan kesiapsiagaan bencana gempa bumi berbasis teknologi dengan memanfaatkan EWAS. Geosinyal dikelola 2 orang dosen dan 3 orang mahasiswa UI (Universitas Indonesia) yang berlatarbelakang ilmu kebumian dan instrumentasi.

Baca: Mahasiswa UI Ciptakan Nettox Watch, Atasi Kecanduan Internet Kaum Milenial

EWAS memakan daya listrik sebanyak 20 watt dan telah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan HAM serta telah diproduksi dan dipasang di sejumlah daerah di Indonesia. 

EWAS telah sukses dipasang di wilayah terdampak gempa yakni di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan di Desa Muara - Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Lebak, Banten. 

"Latar belakang diciptakannya EWAS mengingat adanya sejumlah rangkaian gempa yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir. Dari bencana alam tersebut, kami melihat perlu sekali meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana sehingga dapat menekan risiko celaka yang lebih besar," ujar Supriyanto, dilansir laman UI, Kamis (29/8/2019).

Baca: RSUI Hadirkan Layanan Katerisasi Jantung Berteknologi Tinggi untuk Masyarakat Umum

Ditambahkannya, EWAS mampu mengatasi keterlambatan masyarakat menyadari kehadiran gempa bumi, sehingga membantu untuk lebih sigap menyelamatkan diri beserta keluarga.

EWAS memanfaatkan sensor getaran, sirine/alarm dan modul komunikasi gelombang radio untuk mendeteksi adanya getaran dalam kawasan yang luas, seperti yang biasa digunakan pada alat komunikasi handy talky.

"Menurut laporan warga di Lombok, setiap kali terjadi gempa, suara alarm EWAS terdengar hingga sudut-sudut desa, sehingga berhasil menyadarkan warga desa untuk secepatnya bereaksi menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan tempat tinggalnya," jelas Supriyanto.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0