Gawat! Pesan Misterius Mulai Merambat Ke PlayStation 4 yang Bikin "Hang" :: Nusantaratv.com

Gawat! Pesan Misterius Mulai Merambat Ke PlayStation 4 yang Bikin "Hang"

Minggu Ini Para Pengguna Playstation Melaporkan Sistemnya Crash Setelah Menerima Pesan Misterius
Gawat! Pesan Misterius Mulai Merambat Ke PlayStation 4 yang Bikin
Foto malwer master.id

Jakarta, Nusantaratv.com - Hati-hatilah apabila menjumpai aplikasi Android dengan ikon mirip aplikasi Google Play Store di internet. Bisa aplikasi tersebut merupakan program jahat yang menyamar untuk mengelabui calon korbanya.

Kebaradaan malware bernama "Gplayed" ini belakangan diungkap oleh peniliti Firma Riset sekuriti Cisco talos dalam sebuah laporan.

Selain nama dan ikon Google Play Store, sang program jahat juha melabeli diri sebagai "Goole Play Mareketplace" agar semaikn menyakinkan.

Padahal, kenyataannya Gplayed merupakan Marwer jenis trojan yang powerfull karena mampu malakukan banyak hal begitu terpasang diperangkat android korban.

Awalnya ia akan minta Permission untuk mengakses daftar kontak di ponsel korban, berikut akses administrator dan settings sistem oprasi.

Setelah itu," Operator si program jahat bisa memasang plugin secara remote, menginjeksi scripit, bahkan membuat kode. NET baru yang bisa diekskusekusi," tulis peneliti cisco Talos dalam mengenai Gplayed.

Dengan kata lain, pembuat malwer bisa mengembanggakan kemampuanya dari jarak jauh tampa perlu mengkompilasi ulang atau memperbarui paket trojan diperangkat yang terinfeksi. Gpayed pun bisa dibuat serba bisa.

" Ini adalah trojan berkemampuan penuh yang mampu berfungisi sebagai trojan bank hingga mata-mata. Berarti ia bisa melakukan segala hal mulai dari mencuri informasi perbankan korban sampai memonitor lokasi perangkat," tambah para peneliti Cisco Tolas.

Sebagaimana yang dilansir dari kompas Tekno dari digit.in, Selasa (16/10/2018). Gplayed saat ini tampak sperti masih dalam masa pengujian dan belum dilepas sepenuhnya.

Dari bahasa yang ditampilkan sang malware di kotak-kotak dialog permission, sang malwer agaknya ditargetkan korban dari kalangan pengguna berbahasa Rusia, meski sebenarnya mudah saja dibuat berbahasa lain.

Cisco Talos menbahkan tren malware yang menyaru sebagai aplikasi resmi ini belakangan semakin mengemuka, karena makin banyak pula pembuat aplikasi yang ingin mendestribusikan aplikasinya tanpa melalui Google Play Store.

Sebelumnya pernah juga ditemukan malware malware yang menyamar jadi game populer fortnite. Game ini memang tidak ada di Play Store karena pembuatnya tak mau membayar potongan 30 persen yang dipungut Google.

Pada akhirnya, yang menjadi korban adalah pengguna awam yang tak bisa membedakan mana aplikasi asli dan mana aplikasi jadi-jadian.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0