Gemilpah, Mesin Pemilah Sampah Otomatis Inovasi Mahasiswa UGM :: Nusantaratv.com

Gemilpah, Mesin Pemilah Sampah Otomatis Inovasi Mahasiswa UGM

Tempat yang bisa memisahkan sampah seusai jenisnya secara otomatis
Gemilpah, Mesin Pemilah Sampah Otomatis Inovasi Mahasiswa UGM
Mahasiswa UGM memperlihatkan mesin pemilah sampah otomatis. (Dok. Humas UGM)

Yogyakarta, Nusantaratv.com - Persoalan sampah berdampak pada kondisi lingkungan yang tidak kondusif disertai pencemaran dan limbah yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Inovasi dilakukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mengatasi persoalan sampah berupa alat pemisah sampah otomatis bernama Gemilpah.

Mereka adalah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang diketuai Faiz Miftakhur Rozaqi. Faiz bersama dengan Ma'ruf Hasan dan Isfan Chairuman Nasution mengembangkan alat pemisah sampah otomatis ini bermula dari keprihatinan mereka terhadap kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam mengelola sampah.

"Ide awal pembuatan alat ini karena melihat belum banyak masyarakat yang melakukan pemilahan sampah dan kebanyakan hanya menumpuk jadi satu di tempat pembuangan akhir," ujar Isfan, dilansir situs resmi UGM, Rabu (10/7/2019).

Padahal, sampah yang bercampur akan menimbulkan berbagai dampak negatif. Mulai dari penularan berbagai macam penyakit, penurunan kesuburan tanah, pencemaran lingkungan, dan lainnya.

Itulah mengapa ketiga mahasiswa muda ini berpikir untuk membuat tempat sampah yang bisa memisahkan sampah seusai jenisnya secara otomatis.

Dikembangkan di bawah bimbingan Iqmal Tahir melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dan berhasil mendapatkan dana hibah Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi).

"Gemilpah ini dilengkapi dengan image processing yang akan membantu proses pengelompokan sampah secara spesifik," ungkapnya.

Image processsing ini yang nantinya akan bekerja dalam pemilahan sampah. Mengenali jenis-jenis sampah berdasarkan pola-pola gambar yang telah dihimpun komputer. Pola gambar akan diterjemahkan kedalam data alogaritma, lalu memerintahkan untuk melakukan tindakan pemilahan sampah.

Prototipe pemilah sampah otomatis ini memiliki ukuran 60x60x50 cm. Dalam satu wadah terdapat tiga tempat sampah berdasarkan jenis sampah, yakni botol, gelas, serta peralatan makan seperti sendok, garpu, dan pisau.

Sementara itu, Faiz menjelaskan mekanisme kerja alat dimulai ketika sampah masuk kamera akan langsung mengidentifikasi jenis sampah seusai pola gambar.

Selanjutnya, lanjut Faiz, dilakukan penerjemahan di bagian image processing dan memprosesnya kemudian memberikan respons untuk membuka salah satu jenis tutup sampah.

"Jadi komputer akan mendeteksi termasuk jenis sampah mana yang masuk, apakah botol, gelas, atau peralatan makan. Lalu, tutup gemilpah akan membuka sesuai jenis sampahnya," terangnya.

Tempat sampah dibuat terhubung dengan plastik pelapis di bagian bawah sehingga memudahkan penyaluran ke tempat-tempat pengolahan. Dengan metode ini sampah bisa dikemas sesuai tujuan pengolahannya nantinya.

"Penggunaan satu wadah ini dapat menghemat tempat, memudahkan masyarakat dalam membuang dan memilah sampah sekaligus memaksimalkan proses pengelolaan sampah," tukas Faiz.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0