Giver-Pro, Tabir Surya Alami Inovasi Mahasiswa IPB University :: Nusantaratv.com

Giver-Pro, Tabir Surya Alami Inovasi Mahasiswa IPB University

Terpapar sinar UV secara berlebihan bisa menyebabkan kulit terasa seperti terbakar
Giver-Pro, Tabir Surya Alami Inovasi Mahasiswa IPB University
Giver Pro merupakan tabir surya alami inovasi mahasiswa IPB University. (Dok. Humas IPB)

Jakarta, Nusantaratv.com - Terpapar sinar matahari setiap hari, sangat dimungkinkan mengalami efek buruk dari radiasi sinar Ultraviolet (UV). Kendati sinar UV memiliki manfaat seperti mensintesis vitamin D dan bisa membunuh bakteri pada kulit. 

Namun, terpapar sinar UV secara berlebihan bisa menyebabkan penyakit kulit seperti kemerahan pada kulit, kulit terasa seperti terbakar, kerutan, bahkan bisa sampai pada kanker kulit.

Mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) University, yakni Salman Arib Rozan, Nazer Hiddayah dan Ruri Aruntika Sari, menemukan sebuah solusi. Mereka mengembangkan krim tabir surya berbahan dasar alami dari ekstrak daun gaharu, bernama Giver-Pro.

"Paparan sinar ultraviolet pada kulit yang berlebihan mampu menyebabkan iritasi pada kulit, bahkan bisa sampai kanker kulit. Oleh karenanya, kita mencoba mengembangkan Giver-Pro, krim tabir surya berbahan alami dari daun gaharu," ujar Salman, dilansir dari situs resmi IPB, Kamis (1/8/2019).

Menurut Salman, ketersediaan pohon gaharu sangat mudah diperoleh. Berdasarkan penelitian yang dibacanya, bahwa jumlah pohon penghasil gaharu yang telah ditanam masyarakat maupun instansi pemerintah di seluruh Indonesia sampai dengan 2014 berjumlah 3.249.959 pohon, dan terdapat 67.221 pohon di antaranya dari jenis G. versteegii yang ditanam di 29 Kabupaten di Jawa Timur (Jatim).

"Bagian dari pohon gaharu yang sering dimanfaatkan adalah gubal (kayu yang diinokulasi oleh bakteri). Penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa nilai Sun Protector Factor (SPF) daun gaharu (Gyrinops versteegii) termasuk ultra dengan nilai 12,36," lanjutnya.

Dijelaskannya, Giver-Pro dibuat menggunakan ekstrak alami dengan pelarut etanol dan aman menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Temuan ini dapat menjadi solusi menggantikan tabir surya yang beredar di pasaran yang menggunakan bahan sintetis dan dapat menimbulkan penyakit jangka panjang seperti penyakit liver.

"Sasaran kami adalah masyarakat umum di atas 10 tahun yang aktivitasnya sering terpapar sinar matahari dan polusi atau yang ingin menjaga kulitnya dari sinar UV dan polusi dengan bahan alami tanpa efek samping," tukas Salman.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0