Guna Ungkap Kejahatan, Trump Minta Apple Buka Kunci Keamanan iPhone :: Nusantaratv.com

Guna Ungkap Kejahatan, Trump Minta Apple Buka Kunci Keamanan iPhone

Donald Trump Sebut Apple Menolak Pemerintah AS Buka Kunci iPhone yang Dimiliki Pelaku Penembakan di Kompleks Naval Air Station Pensacola, Florida.
Guna Ungkap Kejahatan, Trump Minta Apple Buka Kunci Keamanan iPhone
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Al-Arabiya)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Apple membuka kunci keamanan di iPhone milik pelaku kejahatan.

Menurut orang nomor satu di Negara Paman Sam itu, Apple kerap menolak apabila diminta penegak hukum membuka iPhone demi mengungkap kasus kriminal.

Donald Trump, pekan lalu, mengatakan Apple menolak pemerintah AS membuka kunci iPhone yang dimiliki pelaku penembakan di kompleks Naval Air Station Pensacola, Florida, AS.

Insiden penembakan yang terjadi awal Desember lalu menewaskan tiga orang. "Mereka (Apple) punya banyak kunci untuk menguak kasus kriminal dan otak kriminal, dan kita bisa memecahkannya," ujar Presiden AS ke-45 itu.

Melalui kicauannya di akun Twitter pribadinya, beberapa waktu lalu, Donald Trump melempar kejengkelannya pada Apple yang dikatakannya telah mendapat banyak bantuan dari pemerintah dalam banyak hal, tapi tetap tidak mau membuka kunci keamanan di iPhone milik pelaku kriminal.

Baca Juga: AS Memanas, Sidang Pemakzulan Trump Resmi Dimulai

Tak hanya sampai disitu, presiden berusia 73 tahun itu, juga mengungkapkan pemerintah telah memberikan banyak keringanan untuk Apple, khususnya untuk tarif impor komponen dari China selama perang dagang AS-China berlangsung.

"Kami membantu Apple sepanjang waktu dalam perdagangan dan banyak masalah lainnya, namun mereka menolak untuk membuka telepon yang digunakan oleh para pembunuh, pengedar narkoba, dan elemen kriminal kekerasan lainnya. Mereka harus melangkah dan membantu Negara kita yang luar biasa," tulis Donald Trump, Selasa (14/1/2020).

Namun, pejabat pemerintah AS, termasuk Jaksa Agung Trump William Barr, mengeluhkan bahwa Apple tidak melakukan cukup banyak hal untuk membantu membuka kunci iPhone milik pelaku.

Disisi lain, Apple menolak pernyataan mereka tidak membantu, dan mengatakan pihaknya memberikan sejumlah data yang berasal dari cadangan yang tersimpan di komputasi awan.

Apple tidak secara langsung menanggapi permintaan pemerintah untuk membuka kunci perangkat, tetapi menolak untuk membuat alat khusus untuk memberi penyelidik akses ke iPhone yang terkunci.

Namun, sejumlah pakar keamanan mengatakan pemerintah tidak membutuhkan Apple untuk masuk dan menganalisis iPhone pelaku dan dapat menggunakan alat pihak ketiga. Kicauan Trump tersebut merupakan eskalasi dari percekcokan publik jangka panjang antara Apple dan FBI atas keamanan perangkat dan enkripsi data.

Pada 2016, FBI meminta Apple untuk membuka kunci iPhone milik seorang penembak di balik serangan teroris San Bernardino. Apple menolak, dan CEO Tim Cook mengatakan membuka akses perangkat diibaratkan sebagai penyakit kanker di dunia software.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0