Hadapi Huawei, Nokia dan Ericsson Jalin Sinergi? :: Nusantaratv.com

Hadapi Huawei, Nokia dan Ericsson Jalin Sinergi?

Jika Nokia dan Ericsson Merger Maka Akan Lebih Mudah Menghadapi Huawei dan ZTE Dalam Persaingan di Pasar 5G.
Hadapi Huawei, Nokia dan Ericsson Jalin Sinergi?
Ilustrasi smartphone Nokia. (Nokia Fans)

Jakarta, Nusantaratv.com - Industri telekomunikasi mungkin akan melihat merger terbesar dekade ini jika rumor yang beredar saat ini benar. Menurut laporan Bloomberg, Nokia dan Ericsson mungkin melakukan merger

Namun pemberitaan itu tidak mengungkap sumbernya. Tapi mengatakan jika persaingan memengaruhi penghasilan Nokia. Perusahaan asal Finlandia itu membentuk tim penasihat untuk mencari solusinya. Salah satu solusi adalah menjual beberapa aset mereka atau merger

Dilansir dari Gizmochina, Senin (2/3/2020), solusi lainnya adalah mengubah investasi dan melakukan penyesuaian pada neraca. Merger ini hanyalah salah satu pilihan dan Nokia mungkin tidak akan mengambil keputusan itu.

Tapi, jika Nokia dan Ericsson merger, mereka akan lebih mudah menghadapi Huawei dan ZTE dalam persaingan di pasar 5G. Nokia saat ini mengalami kesulitan. Nilai saham Nokia juga turun sepertiga pada tahun lalu. Tapi saat berita ini muncul, nilai saham mereka naik 3 persen. 

Baca Juga: TikTok Makin Populer, Facebook Tambah Was-was

Bloomberg menambahkan jika merger ini adalah opsi yang mereka pilih, maka proses merger ini tidaklah mudah, karena dipastikan akan menghadapi sejumlah rintangan. Nokia sendiri melakukan sejumlah perubahan pada jajaran manajemen. 

Pada awal Desember 2019, dilaporkan Risto Siilasmaa, Chairman Nokia, akan diganti pada April 2020 setelah 8 tahun memimpin perusahaan. Penggantinya adalah Sari Baldauf, mantan Kepala Divisi Jaringan Nokia.

Nokia memaskas prospeknya dan menghentikan dividennya. Nokia juga sedang melakukan investasi besar-besaran dalam teknologi 5G. Hal ini agar bisa mengejar ketertinggalan dengan para pesaingnya, sekaligus bisa memengaruhi pendapatannya. Perusahaan mengatakan tidak mengharapkan pemulihan besar dalam laba sampai 2021.

Pada akhir 2016, Nokia mengakuisisi Alcatel-Lucent. Akuisisi ini memakan waktu 19 bulan setelah pertama kali diumumkan pada April 2015 dan memberi perusahaan Finlandia ini lebih banyak peluang di luar dan di dalam industri telekomunikasi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0