Inovasi Mahasiswa UNS, Ubah Batang Pohon Pisang Jadi Kemasan Makanan :: Nusantaratv.com

Inovasi Mahasiswa UNS, Ubah Batang Pohon Pisang Jadi Kemasan Makanan

Bahan alami yang digunakan pembuatan Biofoam adalah pati kanji
Inovasi Mahasiswa UNS, Ubah Batang Pohon Pisang Jadi Kemasan Makanan
Mahasiswa UNS menciptakan inovasi Biofam. (uns.ac.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Berawal dari keprihatinan akibat banyaknya sampah plastik pengemas makanan yang memiliki efek buruk bagi lingkungan dan kesehatan, dimana plastik kemasan memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah polystyrene (PS) atau yang lebih dikenal dengan styrofoam.

Styrofoam mengandung senyawa kimia styrene yang jika terpapar pada tubuh dapat menimbulkan penyakit kanker. Selain itu, sampah styrofoam juga sangat sulit terurai oleh tanah. 

Mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), yakni Syahrul Fatrozi, Linda Purwanti dan Sandra Kartika Sari, terinspirasi membuat material yang digunakan sebagai alternatif pengganti styrofoam. 

Material tersebut terbuat menggunakan bahan alami yang aman dan tidak mencemari lingkungan karena mudah terurai di alam. Material ini disebut biodegradable foam (Biofoam).

Inovasi yang dinamakan Biofoam Starblanter (Biodegradable Foam from Strach and Banana's Plant Fiber) merupakan styrofoam dengan bahan dasar kombinasi pati kanji dan Microcrystalline Cellulosa (MC) dari pohon pisang.

Bahan alami yang digunakan dalam pembuatan Biofoam adalah pati kanji. Namum, Biofoam yang dibuat dari pati kanji saja akan mudah menyerap air dan rapuh sehingga perlu ditambahkan bahan serat alam agar diperoleh Biofoam dengan sifat mendekati styrofoam kemasan makanan.

"Untuk bahan serat alamnya, kami memilih batang pohon pisang yang mempunyai kandungan serat yang baik dimana batang pohon pisang memiliki kandungan selulosa sekitar 53-55persen," ujar Syahrul, dikutip nusantaratv dari situs resmi UNS, Sabtu (6/7/2019).  

Lalu, mengapa Syahrul dan kolega memilih batang pohon pisang? Sebab, batang pohon pisang merupakan limbah yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia dan belum termanfaatkan. Sehingga perlu dilakukan pemanfaatan batang pohon pisang yang berfungsi sebagai penguat Biofoam pati kanji.

Metode pembuatan Biofoam Starblanter diawali dengan ekstraksi selulosa dari batang pohon pisang, kemudian selulosa hasil ekstraksi ditambahkan kedalam adonan yang berisi pati kanji dan dicampur dengan air. Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam cetakan dan di press mengunakan alat hot press pada suhu 150 derajat celcius.

Keistimewaan dari Biofoam Starblanter hasil inovasi ini mudah terdegradasi di alam sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, Biofoam Starblanter ini memiliki sifat tahan panas yang dibuktikan dengan hasil pengujian termal.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0