Inovasi Perangkap Lalat Buah Karya Mahasiswa UGM :: Nusantaratv.com

Inovasi Perangkap Lalat Buah Karya Mahasiswa UGM

Mahasiswa UGM prihatin dengan kondisi petani buah jambu air
Inovasi Perangkap Lalat Buah Karya Mahasiswa UGM
Mahasiswa UGM kembangkat inovasi perangkap lalat buah. (Dok. Humas UGM)

Yogyakarta, Nusantaratv.com - Mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta, mengembangkan inovasi perangkap lalat buah guna mengatasi serangan hama lalat buah, terutama pada Jambu Air Dalhari.

Adalah Reka Indera Malis (Kimia), Ilham Satria Raditya Putra (Kimia), Adlina Pinka Nada (Hama Penyakit Tumbuhan), Giry Xavira Putri (Biologi), dan Muhammad Afin Al Basyar (Kimia).

Reka menyebut pembuatan perangkap lalat buah ini dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kondisi petani buah jambu air Dalhari di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), yang sering mengalami gagal panen akibat serangan lalat buah.

Petani setempat telah melakukan tindakan pencegahan dengan teknik brongsong (pembungkusan) pada buah untuk menyelamatkan jambu air dari lalat buah.

Teknik ini dinilai efektif menghalau lalat buah, namun proses pembungkusan buah memakan waktu dan tidak bisa menjangkau seluruh buah dalam satu pohon

Berangkat dari kondisi itulah kelima mahasiswa ini mulai mencari solusi untuk mendapatkan teknik yang efektif serta efisien. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Pengembangan Teknologi (PKM-T) Ristekdikti 2019, mereka akhirnya berhasil mengembangkan perangkap lalat buah yang tahan lama untuk mengatasi serangan hama lalat buah. 

"Perangkap lalat buah ini kami desain mengeluarkan aroma mirip dengan feromon dari lalat buah betina untuk menarik lalat jantan agar mendekati perangkap. Lalat buah jantan yang terjebak akan tertempel pada dinding dalam perangkap dan mati," ujar Reka, dilansir situs resmi UGM, Rabu (17/7/2019).

Perangkap tersebut mampu dioperasikan hingga lebih dari 3 minggu sejak waktu pemasangan. Kendati begitu, cairan yang dipasang dalam perangkap untuk menarik lalat buah perlu diisi ulang setiap 3 minggu sekali.

Sementara itu, Ilham menambahkan timnya juga melakukan sosisalisasi pada 39 kelompok petani pada Juni lalu. Pada acara tersebut, tim mengupayakan agar setiap anggota kelompok tani memiliki dan mampu mengoperasikan perangkap lalat buah serta membuat perangkap lalat buah.

"Kami berharap perangkap lalat buah ini bisa membantu petani dalam mengatasi serangan lalat buah," tutur Ilham. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0