ITS Serius Kembangkan Science Technopark :: Nusantaratv.com

ITS Serius Kembangkan Science Technopark

Science Technopark telah mendapatkan dana dari Kemenristekdikti
ITS Serius Kembangkan Science Technopark
ITS serius membenahi Science Technopark. (Dok. Humas ITS)

Jakarta, Nusantaratv.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), makin serius membenahi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) atau kerap disebut Science Technopark (STP). 

Terbukti dengan diadakannya workshop mengenai kelembagaan Kawasan Sains dan Teknologi, struktur organisasi yang tepat demi terciptanya STP yang ideal menjadi fokus utama yang harus dibenahi pada awal pekan ini.

Kriyo Sambodho, Direktur Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian, mengatakan STP di ITS ini sudah mulai serius dibangun sejak 2016. ITS sendiri juga sudah mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai upaya membangun STP.

Hingga saat ini, ungkap Kriyo, STP ITS sudah memiliki tiga bidang yang menjadi fokus utama yaitu bidang otomotif, maritim, dan industri kreatif.

Pria yang juga dosen Departemen Teknik Kelautan ITS itu menambahkan bahwa masalah utama saat ini dalam pengembangan STP di ITS adalah banyaknya pengurus STP ITS yang merangkap kepengurusan lain. 

Padahal, sesuai dengan arahan Kemenristekdikti harus ada kelembagaan tersendiri yang mengurus STP dalam ranah perguruan tinggi.

"Maka dari itu, kami datangkan langsung perwakilan dari Kemenristekdikti untuk memberikan pelatihan dan pengarahan keorganisasian STP di ITS," ujar Kriyo.

Sementara itu, Yani Sofyan memaparkan kasus STP yang telah dibangun dengan kelembagaan yang belum terbentuk sudah banyak dialami oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Padahal, jelas Sofyan, jika disesuaikan dengan ketentuan International Association for the Study of Pain (IASP) sebagai organisasi dunia yang fokus dalam pengembangan riset menyebutkan bahwa STP harus dikelola oleh manajemen profesional di bidangnya.

Kasubdit Lembaga Inkubator dan Intermediasi Teknologi Kemenristekdikti ini menerangkan sebenarnya STP sendiri juga dapat diselenggarakan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 106 Tahun 2017 tentang kawasan sains dan teknologi, bentuk pengelolaan STP berbeda-beda sesuai penyelenggaraannya.

Untuk perguruan tinggi, pengelolaan STP mengikuti ketentuan bentuk pengelolaan perguruan tinggi penyelenggara. "Itulah yang menjadi tantangan kami karena berbeda bentuk pengelolaan antara PTNBH dan perguruan tinggi yang berstatus BLU," terangnya.

Ia menambahkan fungsi utama STP yang sangat strategis sebagai muara komersialisasi hasil riset mendorong pengelola STP harus memiliki kewenangan pengelolaan yang penuh.

Pengelola STP harus dilakukan secara penuh waktu. Walaupun secara struktural, Direktur STP bisa saja dirangkap dosen, harus ada General Manager (GM) di bawahnya yang penuh waktu mengurus STP.

"Itu diharuskan agar STP sendiri menunjukkan perkembangan yang pesat dalam waktu yang tidak terlalu lama," terangnya.

Sedangkan Bambang Pramujati, Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional ITS, mengungkapkan ia sangat berharap dengan adanya diskusi ini dapat tercipta kelembagaan STP ITS yang lebih unggul.

Selain itu, lanjut Bambang, inovasi mahasiswa ITS yang sangat kaya dapat terkembangkan dengan baik melalui STP nantinya.

"Bahkan Pak Rektor mengharapkan ada satu lagi bidang yang menjadi fokus utama STP, yaitu bidang robotika yang selama ini ITS selalu menjadi juara dalam berbagai kompetisi," tutup Bambang.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0