Jametes, Jamu Tetes Pare dan Mengkudu untuk Diabetes Melitus Inovasi Mahasiswa Untidar :: Nusantaratv.com

Jametes, Jamu Tetes Pare dan Mengkudu untuk Diabetes Melitus Inovasi Mahasiswa Untidar

Jametes diaplikasikan pada tikus putih Mus muscullus
Jametes, Jamu Tetes Pare dan Mengkudu untuk Diabetes Melitus Inovasi Mahasiswa Untidar
Tim Jametes berharap hasil penelitian bermanfaat bagi terapi penderita diabetes. (Dok. Humas Untidar)

Magelang, Nusantaratv.com - Mahasiswa Untidar (Universitas Tidar) Magelang, Jawa Tengah (Jateng), melakukan inovasi dengan menciptakan obat terapi diabetes melitus yang aman, mudah didapat serta biaya relatif terjangkau.

Dikatehui, penderita diabetes akan melakukan terapi dengan menggunakan insulin sintetis berharga relatif mahal. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit diabetes melitus menempati posisi ke-3 sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada 2014. 

Adalah Yoda Aji Nugroho (Agroteknologi '16), Suwasdi (Agroteknologi '16), dan Sandra Devy Ariviani (Pend. Biologi '18) berhasil menemukan obat terapi diabetes dari jamu tetes pare dan biji mengkudu yang diberi nama Jametes. 

Penelitian tersebut berhasil mendapatkan dana hibah dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019.

"Kami memilih pare dan mengkudu karena kedua jenis buah tersebut kurang disukai oleh masyarakat baik karena rasa maupun aromanya, padahal kedua buah tersebut banyak manfaatnya, salah satunya untuk terapi diabetes melitus tipe 2," ujar Yoda, Ketua Tim Jametes, dilansir situs resmi Untidar, Kamis (18/7/2019).

Melalui serangkaian tahapan penelitian, tim Jametes berhasil mendapatkan jamu tetes yang kemudian diaplikasikan pada tikus putih Mus muscullus yang sebelumnya telah dibuat kondisi diabetes melitus tipe 2. Tikus yang telah diterapi kemudian diukur kadar glukosa darahnya dengan alat cek darah.

"Alasan kami mengangkat topik jamu, karena jamu merupakan warisan nusantara yang tetap lestari seiring dengan perkembangan pengobatan modern," lanjutnya.

"Sejauh ini kami masih dalam tahap uji fitokimia jamu dan pra klinis pada tikus diabetes. Hasil yang kami peroleh tikus diabetes yang diberi Jametes mengalami penurunan kadar gula darah," timpal Suwasdi, Anggota Tim Penelitian Jametes.

Tim Jametes berharap hasil penelitian mereka dapat bermanfaat bagi terapi penderita diabetes. Dalam kegiatan lanjutan, tim Jametes berharap dapat melakukan uji secara klinis sehingga dapat diaplikasikan pada pasien diabetes melitus tipe 2 secara terstandar. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0