Kemenag dan Le Studium Perancis Tawarkan Dosen PTKI Riset Bidang Sains dan Kedokteran :: Nusantaratv.com

Kemenag dan Le Studium Perancis Tawarkan Dosen PTKI Riset Bidang Sains dan Kedokteran

Para dosen di lingkungan PTKI untuk melakukan riset kolaborasi
Kemenag dan Le Studium Perancis Tawarkan Dosen PTKI Riset Bidang Sains dan Kedokteran
Kemenag-Le Studium Perancis Tawarkan Riset Sains dan Kedokteran. (kemenag.go.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Peluang penyelenggaraan dan pendanaan riset di bidang sains, teknologi, dan kedokteran untuk dosen-dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) semakin terbuka.

Peluang itu tidak hanya diberikan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tapi juga oleh Pemerintah Perancis sebagai bagian dari implementasi nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan Le Studium, sebuah lembaga riset di Orleand, Perancis. 

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kedutaan Perancis untuk Indonesia, dan seluruh Dekan Saintek, Kedokteran dan Kesehatan di lingkungan PTKI yang diselenggarakan di ruang rapat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, di Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat (Jakpus), beberapa waktu lalu. 

Arskal Salim, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, mengatakan direktorat yang dipimpinnya mengapresiasi atas komitmen pemerintah Perancis untuk mengambil bagian dalam meningkatkan riset-riset di lingkungan PTKI.

"Kemitraan antara pemerintah Indonesia dengan Perancis harus sama-sama dijadikan kesempatan untuk menjadikan perguruan tinggi kita yang lebih baik lagi. Terlebih, pimpinan PTKIN telah didorong agar menjadi 500 perguruan tinggi terbaik di dunia," terang Arskal. 

"Tentu ini perlu kerja keras semua pihak dan keseriusan seluruh stakeholder PTKI, termasuk para dekan saintek, kedokteran, dan kesehatan," lanjut Arskal, dikutip nusantaratv dari situs resmi Kemenag, Sabtu (6/7/2019).

Ditegaskannya, bahwa Direktorat PTKI juga mengalokasikan pendanaan bagi penyelenggaraan riset kolaborasi yang terpilih dengan jumlah dana yang cukup besar di tahun 2020. 

Sedangkan Nicolas Gascoin, Atase Sains dan Teknologi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, mengajak para dosen di bidang saintek dan kedokteran di lingkungan PTKI untuk melakukan riset kolaborasi, pemanfaatan dana penelitian, dan  kegiatan riset lainnya untuk penyelenggaraan 2020. 

"Melalui Le Studium, Pemerintah Perancis telah menunggu korespondensi dan kehadiran para dosen untuk memanfaatkan sinergi antara Kementerian Agama dengan pemerintah Perancis," ungkap Nicolas.

Sementara itu, Suwendi, Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menyatakan bahwa pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut atas penyelenggaraan matcmaking research di Perancis antara Direktorat  PTKI dengan Kedutaan Perancis untuk Indonesia yang dilaksanakan pada akhir April 2019.

Menurut doktor jebolan UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta itu, skema pendanaan kemitraan ini akan diambil dari anggaran BOPTN-Penelitian tahun anggaran 2020. 

"Di tahun 2020, akan dibuka penawaran penelitian multi-years yang di antara tuntutan output-nya adalah penemuan-penemuan sains dan kedokteran yang menjadi hak paten," tutur Suwendi.

PTKI, menurut Suwendi, saat ini tidak hanya menguasai di bidang keislaman, tetapi juga telah berhasil menemukan temuan-temuan baru di bidang sains yang telah dan sedang proses hak paten.

"Temuan pengurai sampah oleh dosen UIN Jakarta telah mendapatkan pengakuan hak paten oleh Kemenkumham. Bahkan, saat ini UIN Malang sedang memproses hak paten atas temuan berupa hidung elektronik dan lidah elektronik," terangnya. 

"Hidung elektronik itu mampu membedakan bebauan, sementara lidah elektronik mampu membedakan antara makanan-makanan yang terkontaminasi oleh unsur babi dengan yang steril dari unsur babi," tukas Suwendi. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0