Kenal Lebih Dekat dengan Tiga Robot Karya Tim Astrai Mahasiswa UNAIR :: Nusantaratv.com

Kenal Lebih Dekat dengan Tiga Robot Karya Tim Astrai Mahasiswa UNAIR

Alegro sebagai robot pertama yang dikembangkan Tim Astrai
Kenal Lebih Dekat dengan Tiga Robot Karya Tim Astrai Mahasiswa UNAIR
Robot karya mahasiswa UNAIR. (Dok. Humas UNAIR)

Surabaya, Nusantaratv.com - Tim Airlangga Strike Team Robotic and Instrumentation (Astrai) tengah mengembangkan tiga jenis robot sejak awal terbentuk pada 2007.

Tiga jenis robot tersebut yakni Alegro (Airlangga Legged Robot) yang merupakan robot pemadam api berkaki. Kemudian, Ashuro (Airlangga Seni Humanoid Robot) yakni robot seni tari. Dan robot sepak bola beroda bernama Amuros (Airlangga Mobile Robot Soccer).

Belum lama ini, robot Amuros yang dikembangkan Tim Astrai berlaga pada Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional yang dihelat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti), pada 20-23 Juni 2019, di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

"Kemarin kita ikut KRI Nasional, namun sayangnya hanya sampai babak penyisihan," ujar Farhan, Ketua Tim Amuros, dilansir situs resmi UNAIR, Minggu (14/7/2019).

Amuros sendiri merupakan robot yang dapat bermanuver serta dapat mendeteksi adanya bola. Terdiri atas satu robot kiper dan dua robot striker. Robot striker akan menggiring dan menendang bola ke arah gawang.

Bukan hanya Amuros, Alegro sebagai robot pertama yang dikembangkan Tim Astrai juga pernah berprestasi pada kejuaraan robot regional di Institus Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Robot Alegro memiliki dua detektor untuk mendeteksi api sehingga dapat memadamkan api dengan memindai titik panas api.

"Alegro punya dua detektor, yakni cahaya dan api. Alegro ini sudah beberapa kali di-upgrade," timpal Chorihuddin seraya menunjukkan robot Alegro.

Sementara itu, Ashuro merupakan robot yang dikembangkan sejak 2009 dengan menerjemahkan suara musik menjadi gerak tarian. Hampir seperti manusia, Ashuro dapat menggerakan seluruh tubunya.

"Jadi, benar-benar seperti manusia sungguhan yang menari," tambah Chorihuddin.

Sejak terbentuk, Tim Astrai mendapat dukungan dari Universitas Airlangga (UNAIR), terutama Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Bentuk dukungan tersebut berupa pendanaan untuk riset pengembangan robot serta sebuah ruangan sebagai laboratorium untuk pengembangan robot.

Dari hasil kompetisi pada Kontes Robot Indonesia (KRI), Tim Astrai mengaku mendapat banyak pelajaran berharga untuk mempersiapkan kompetisi robot berikutnya agar lebih baik.

"Tahun depan kita sudah mempersiapkan untuk juara. Karena kita sudah sedikit banyak belajar. Kurangnya apa, mampunya di mana, sepertinya untuk KRI regional tahun depan kita bisa juara," tegas Farhan.

Diketahui, Tim Astrai terdiri dari mahasiswa Program Studi D3 Otomasi Sistem Instrumentasi (OSI) Fakultas Vokasi UNAIR. Yang diketuai Muhammad Chorihuddin (2016) dan 14 anggota lainnya dari angkatan 2016 dan 2017.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0