Konsep Big Science, Jawaban Tantangan Riset Kelautan :: Nusantaratv.com

Konsep Big Science, Jawaban Tantangan Riset Kelautan

Big science secara otomatis akan mengumpulkan komponen-komponen penunjang kegiatan penelitian serta aktor-aktor yang terlibat
Konsep Big Science, Jawaban Tantangan Riset Kelautan
Konsep Big Science untuk menjawab tantangan riset kelautan. (Sumaryanto Broto/Media Indonesia)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dengan luas wilayah lautan mencapai hampir delapan juta kilometer persegi, Indonesia mempunyai potensi kekayaan laut yang besar.

Namun potensi pemanfaatannya sampai sekarang masih belum optimal. "Problemnya ada di critical mass yang rendah untuk melakukan riset pemanfaatan potensi laut, baik dari anggaran, infrastruktur, maupun sumber daya manusia peneliti," ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko di Jakarta, pekan ini.

Menurutnya, dengan luas wilayah Indonesia yang sedemikian luas, tiga komponen tadi jumlahnya sedikit dan tersebar. "Riset kelautan membutuhkan big science. Dengan big science kita bisa mengintegrasikan gerbong penelitian-penelitian kecil yang lain, tetapi dengan standar yang tinggi," lanjutnya.

Handoko mengungkapkan dengan big science secara otomatis akan mengumpulkan komponen-komponen penunjang kegiatan penelitian serta aktor-aktor yang terlibat sehingga dapat menjawab tantangan kebutuhan akan hasil riset secara riil.

"Inilah yang sebenarnya menjadi semangat utama dari Konsorsium Riset Samudera," tambah Handoko.

Konsorsium ini beranggotakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman; Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Kemudian, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; LIPI; Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika; Badan Informasi Geospasial; Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional; Pushidros TNI AL, dan perguruan tinggi.

Sementara itu, Gellwynn Jusuf, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, menyebut pembentukan Konsorsium Riset Samudera senada dengan visi Presiden Joko Widodo IJokowi) dan tercantum pada target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 14 tentang Ekosistem Laut, yakni pengelolaan sektor kelautan dengan perencanaan berbasis iptek disertai ketersediaan informasi pengetahuan yang memadai.

"Sementara Coral Reef Rehabilitation Management Program-Coral Triangle Initiative atau COREMAP-CTI merupakan upaya pemerintah dalam menjaga kawasan pesisir, secara khusus pada ekosistem terumbu karang agar tetap dikelola secara optimal dan lestari," cetusnya. 

Ia menjelaskan peranan LIPI sangat besar untuk program ini. "COREMAP-CTI telah meningkatkan kesadaran dan mengubah cara pandang masyarakat bahwa terumbu karang adalah suatu kekayaan alam yang perlu dijaga," tutup Gellwyn.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0