Kotakumati, Jadi Solusi Kurangi Permukiman Kumuh di Perkotaan :: Nusantaratv.com

Kotakumati, Jadi Solusi Kurangi Permukiman Kumuh di Perkotaan

Kotakumati bisa menjadi solusi dan arahan untuk dinas terkait
Kotakumati, Jadi Solusi Kurangi Permukiman Kumuh di Perkotaan
Kotakumati merupakan gagasan dari mahasiswa ITS Surabaya. (Dok. Humas ITS)

Surabaya, Nusantaratv.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mencanangkan konsep Kotakumati.

Kotakumati atau Kota Tanpa Kumuh dengan Masyarakat yang Berpartisipasi merupakan gagasan dari mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS untuk ikut berperan mengurangi perkampungan kumuh yang ada di Kota Surabaya.

Yakni Herman, Tri Okta Argarini, dan Rifqi Asshiddiqie Rinaldi yang mencanangkan gagasan ini sebagai upaya penghubung pemerintah kota sebagai pembuat program dan masyarakat yang melaksanakan program tersebut.

Penelitian ini berfokus dalam membahas efektivitas pelaksanaan program penanganan kawasan kumuh di kota dari sisi pelibatan masyarakat.

Mereka menemukan adanya permasalahan dalam pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang digagas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sehingga belum dapat mengurangi permukiman kumuh secara signifikan.

"Kotakumati ini bisa menjadi solusi dan arahan untuk dinas terkait dalam pelaksanaan program yang lebih efektif," ujar Rifqi, dilansir situs resmi ITS, Kamis (18/7/2019).

Lebih lanjut, Rifqi mengungkapkan Kotakumati sendiri lebih sebagai program penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Bahkan dalam masa penyusunan gagasan ini, Rifqi dan timnya sering melaksanakan diskusi secara langsung di masyarakat dengan mendatangkan dinas terkait yang fokusnya menyelesaikan permasalahan permukiman kumuh.

"Selama ini kami masih sebatas berdiskusi dengan warga di wilayah RW 07, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya," jelas mahasiswa angkatan 2017 itu.

Wilayah studi tersebut dipilih berdasarkan surat keterangan Wali Kota Surabaya yang telah menetapkan kawasan kumuh yang diperkuat dengan adanya pelaksanaan program pengentasan dari program KOTAKU yaitu tepat di wilayah RW 07, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

Dari hasil beberapa diskusi, disimpulkan bahwa diperlukannya restrukturisasi kelembagaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), penguatan branding KOTAKU, serta penyelenggaraan kompetisi antar BKM sebagai solusi pengurangan permukiman kumuh.

"Kami sangat berharap penelitian ini dapat menjadi menjadi rujukan dalam penanganan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh berbasis partisipasi masyarakat, khususnya pada program KOTAKU," tambahnya.

Mahasiswa asal Sidoarjo, Jatim itu juga menjabarkan bahwa ada manfaat yang diharapkan dari program gagasan timnya ini. Dari sisi masyarakat, diharapkan adanya peningkatan partisipasi dalam pelaksanaan program penanganan permukiman kumuh serta aktifnya masyarakat menyalurkan aspirasinya.

"Sehingga masyarakat memiliki kesempatan mendapatkan penanganan yang lebih tepat sesuai kondisi dan aspirasi mereka," tambah Rifqi.

Selain itu, ia mengharapkan Dinas PUPR sebagai penggagas program KOTAKU dapat melakukan pelaksanaan program pengentasan permukiman kumuh yang lebih efektif dengan melibatkan masyarakat secara aktif, sehingga penanganan yang dilakukan sesuai dengan permasalahan di lapangan berdasar aspirasi masyarakat setempat.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0