Kuasa Hukum Kim Hime Sambangi Kominfo, Batasi Konten Tak Sesuai UU ITE :: Nusantaratv.com

Kuasa Hukum Kim Hime Sambangi Kominfo, Batasi Konten Tak Sesuai UU ITE

Kuasa Hukum Kim Hime mengatakan pihaknya tidak mangkir dari panggilan Kementerian Kominfo
Kuasa Hukum Kim Hime Sambangi Kominfo,  Batasi Konten Tak Sesuai UU ITE
Kuasa hukum Kim Hime penuhi panggilan Kominfo. (Dok. Humas Kominfo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kuasa hukum kreator konten Kim Hime menyambangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Dalam pertemuan itu dihasilkan beberapa kesepakatan.

Salah satunya membatasi akses video yang sudah terunggah. Kimi Hime juga direncanakan akan bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara untuk membahas batasan konten agar tidak terjadi pelanggaran aturan.

Irfan Akhyari, Kuasa hukum Kimi Hime, menyatakan selama ini pihaknya tidak mangkir dari panggilan Kementerian Kominfo. Menurutnya, kliennya terbuka dengan masukan-masukan dari Kominfo, terutama mengenai aturan dalam membuat konten di ranah internet.

"Pada pertemuan ini, kami membahas konten Kimi Hime yang dianggap bertentangan terhadap UU ITE Pasal 27 dan batasan membuat konten. Tidak hanya kepada content creator, tapi juga pada platform, untuk kasus ini platform YouTube," ujar Irfan, di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menyikapi polemik yang tengah terjadi, pihak Kimi Hime telah membatasi konten dan mem-private beberapa video yang sudah terunggah.

"Kami menginginkan adanya regulasi yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh ada pada konten," ungkapnya. 

Sementara itu, Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Kominfo, mengungkapkan saat ini Kementerian Kominfo tengah membahas revisi Peraturan Menteri Kominfo Nomor 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.

"Revisi tersebut ditangani oleh Direktorat Tata Kelola, Ditjen Aptika. Agar regulasi bisa sesuai dengan kondisi terbaru dan sebagai tindakan preventif masyarakat. Tidak hanya kepada pembuat konten, agar pelanggaran tidak terjadi lagi," jelas Ferdinandus.

Dari hasil pertemuan tersebut direncanakan Kimberly Khoe, nama asli dari Kimi Hime, akan bertemu Menkominfo Rudiantara guna membahas regulasi pengaturan konten.

Polemik konten Kimi Hime bermula dari aduan yang disampaikan melalui layanan aduan konten melalui //aduankonten.id/. Selanjutnya diangkat dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya, Menkominfo menyebut konten video yang diblokir dari akun YouTube nama lengkap Kimberly Khoe itu tidak memiliki pembatasan umur sehingga dikhawatirkan anak-anak yang menonton dapat terpengaruh dengan perilaku asusila.

Bahkan Kominfo juga telah meminta Google sebagai induk perusahaan YouTube untuk memberikan kategori usia penonton pada video dalam akun Kimi Hime itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0