Mahasiswa UII Kembangkan Potensi Senyawa Turunan Xanton untuk Obat Antikanker Paru :: Nusantaratv.com

Mahasiswa UII Kembangkan Potensi Senyawa Turunan Xanton untuk Obat Antikanker Paru

Penelitian mahasiswa UII untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merawat kesehatan paru-paru
Mahasiswa UII Kembangkan Potensi Senyawa Turunan Xanton untuk Obat Antikanker Paru
Mahasiswa UII kembangkan potensi senyawa turunan xanton untuk antikanker paru. (Dok. Humas UII)

Yogyakarta, Nusantaratv.com - Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, tengah meneliti potensi senyawa turunan xanton sebagai bahan pengembangan obat antikanker paru.

Yakni Muhammad Kurnia Akbari (Kimia 2016), Eka Zunita Pratiwi (Kimia 2016), dan Dwiki Anggara Putra (Pendidikan Dokter 2017) yang tergabung dalam tim PKM-Penelitian Eksakta (PKM-PE). Penelitian bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat kesehatan paru-paru.

"Kita sering lupa mengenakan masker saat berkendara, padahal di jalanan terdapat banyak debu dan gas dari knalpot yang berbahaya terhadap kesehatan paru-paru kita. Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab paling utama kanker paru-paru, pasalnya di dalam rokok dan asapnya mengandung berbagai senyawa kimia yang berbahaya bagi paru-paru," ujar Dwiki, dilansir situs resmi UII, Selasa (23/7/2019).

Ditambahkannya, pada 2014, kanker paru-paru menjadi penyakit kanker yang menempati urutan pertama di Indonesia dan telah membunuh sebanyak 35.185 orang dengan persentase 21,8 persen dari total penderita kanker di Indonesia.

Menurut WHO (2014) faktor utama penyebab kanker paru adalah rokok. Yakni perokok aktif sebesar 80 persen, sedangkan perokok pasif 20-30 persen. Faktor lain seperti polusi udara, paparan radon, genetik, dan lingkungan.

"Dari permasalahan tersebut, kami mengkaji senyawa turunan yang dapat dikembangkan sebagai obat yang lebih efisien dan murah untuk pengobatan kanker paru-paru. Kami menemukan bahwa terdapat aktivitas antikanker pada senyawa metabolit sekunder pada tanaman kelompok Garcinia sp. yaitu senyawa xanton," lanjutnya.

Ia menyebut bahwa senyawa xanton yang disintesis merupakan kelompok C-prenilasi yang memiliki aktivitas antikanker paru terbaik.

Penilitian yang telah dilakukan selama 4 bulan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam pengobatan kanker paru di Indonesia.

"Kami akan selalu berusaha untuk berkarya lebih banyak dalam membantu masyarakat agar permasalahan kesehatan dapat semakin berkurang," tukas Dwiki.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0