Modifikasi Tepung Mocaf Jadi Solusi Penderita Diabetes dan Obesitas :: Nusantaratv.com

Modifikasi Tepung Mocaf Jadi Solusi Penderita Diabetes dan Obesitas

Tepung mocaf solusi untuk penderita diabetes dan obesitas
Modifikasi Tepung Mocaf Jadi Solusi Penderita Diabetes dan Obesitas
Tepung mocaf untuk solusi penderita diabetes dan obesitas. (ipb.ac.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Memilih makanan untuk penderita diabetes memiliki peran penting guna menjaga kadar gula di dalam darah. Pasien diabetes tidak bisa leluasa mengonsumsi makanan. Sebab, jika salah asupan, kadar gula darah bisa meningkat.

Indonesia dengan seluruh potensi kekayaan alam terutama berbagai jenis tanaman bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah ubi kayu.

Ubi kayu merupakan komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan, pakan, maupun bahan baku industri. Meski komoditas ini kurang mendapat perhatian yang serius dalam pengembangannya.

Pakar Ubi Kayu Institut Pertanian Bogor (IPB) Nurul Khumaida
membuat alternatif tepung terigu yaitu melalui tepung mocaf yang
diberikan nama 'Ka.Ta.Mo'. 

"Tepung mocaf adalah tepung yang kami kreasikan dari produk lokal yaitu tepung dari ubi kayu yang diproses menggunakan prinsip
modifikasi sel ubi kayu dengan cara fermentasi," ujar Nurul
dikutip dari ipb.ac.id, pada Kamis (13/6/2019).

Dikatakan Nurul, proses pembuatan tepung mocaf adalah pengupasan, pencucian, pemotongan, penggaraman, fermentasi, pengeringan, kemudian diproses menjadi tepung. Fermentasi yang dilakukan dalam pembuatan tepung mocaf yakni dengan cara merendam ubi kayu pada air yang telah dicampur mikroba.

Nurul menyebut tepung mocaf memiliki berbagai keunggulan antara
lain kandungan serat terlarut lebih tinggi, kandungan kalsium
lebih tinggi dan tidak menyebabkan kembung.

"Salah satu kelebihan yang perlu diketahui masyarakat adalah
bahwa tepung mocaf sesuai untuk pasien yang menderita diabetes
dan obesitas karena kandungan glikemiksnya rendah serta bebas
dari kandungan gluten," terangnya.
 
Dengan harga tepung mocaf per kilogramnya Rp20 ribu. Mocaf bisa
dimanfaatkan siapa saja mulai dari orang umum, orang dengan
gangguan pencernaan, orang dengan gangguan perkembangan, orang yang menderita diabetes, serta orang yang sedang mengendalikan obesitas.

"Kami ingin mengangkat ubi kayu sebagai bahan pangan unggul
masyarakat dan mampu menyediakan produk yang unggul dan
berkualitas untuk konsumen," tukas Nurul.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0