Pengadilan Ini Putuskan Nge-Like Ujaran Kebencian Dianggap Kejahatan :: Nusantaratv.com

Pengadilan Ini Putuskan Nge-Like Ujaran Kebencian Dianggap Kejahatan

Like dan Share di Facebook Bisa Menambah Visibilitas dan Turut Berkontribusi Pada Penyebaran Konten Kebencian.
Pengadilan Ini Putuskan Nge-Like Ujaran Kebencian Dianggap Kejahatan
Ilustrasi. (The Motley Fool)

Jakarta, Nusantaratv.com - Tampaknya semua perlu lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos). Karena saat ini, perilaku di dunia online ternyata berdampak pada kehidupan di dunia nyata.

Pasalnya, di Switzerland (Swiss) baru-baru ini pengadilan memutuskan jika nge-like postingan online yang dianggap berisi ujaran kebencian atau pencemaran nama baik bisa dianggap sebagai kejahatan.

Hal ini diyakini karena dengan like dan share di Facebook bisa menambah visibilitas konten itu dan akhirnya juga turut berkontribusi pada penyebaran konten itu di dalam media sosial.

Baca Juga: Hanya Rekam Suara, Facebook Bakal Bayar Penggunanya 

Dilansir dari Ubergizmo, Sabtu (22/2/2020), keputusan ini didasarkan pada sebuah kasus di mana terdakwa nge-like postingan yang menuduh seorang aktivis hak binatang bersikap anti-Semit dan pendukung neo-Nazi.

Pengadilan memerintahkan terdakwa membayar denda karena membantu menyebarkan konten yang mencemarkan nama baik orang. Dan, ini bukan kasus pertama dimana like pada sebuah postingan bisa membuat orang terkena masalah.

Beberapa tahun lalu, pengadilan AS (Amerika Serikat) memutuskan nge-like sebuah postingan dianggap melanggar perintah pembatasan. Selain itu ada kasus dimana komentar online bisa membuat orang yang menulis dipecat dari pekerjaannya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0