Perintah Donald Trump untuk Eksploitasi Bulan, Kuras Habis Isinya :: Nusantaratv.com

Perintah Donald Trump untuk Eksploitasi Bulan, Kuras Habis Isinya

Donald Trump Menilai Bulan Bukan Merupakan Milik Bersama Secara Global.
Perintah Donald Trump untuk Eksploitasi Bulan, Kuras Habis Isinya
Donald Trump (Presiden Amerika Serikat). (Al Jazeera)

Jakarta, Nusantaratv.com - Di tengah upaya dunia berperang melawan krisis wabah virus corona (COVID-19), Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS), justru memberi perintah tegas untuk mengeksploitasi habis-habisan sumber daya yang ada di Bulan.

Dia menilai Bulan bukan merupakan milik bersama secara global. Dengan demikian, hal ini membuka jalan bagi penambangan di bulan tanpa perlu ada perjanjian internasional yang mengikatnya.

"Perintah saya sudah jelas. Kuasai Bulan, lalu eksploitasi apa yang ada di sana. Kita, orang Amerika harus memiliki hak untuk terlibat dalam eksplorasi komersial, pemulihan, dan penggunaan sumber daya di luar angkasa," kata Donald Trump, dilansir dari The Guardian, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga: Kewalahan, Akhirnya Amerika Minta Bantuan China

Tujuan eksploitasi adalah memberikan keuntungan bagi Negara Paman Sam itu dengan menghasilkan mineral yang terkandung di dalam perut Bulan. Tak cukup sampai disitu, pria berusia 73 tahun tersebut juga memerintahkan NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat) menggunakan sumber daya apapun yang ada di Bulan, seperti es di kawah kutub selatan, guna membangun pangkalan agar bisa ditinggali manusia dalam waktu lama.

Perintah eksploitasi Bulan dilakukan karena Negara Adi Kuasa itu tidak pernah menandatangani perjanjian 1979 yang dikenal sebagai 'The Moon Treaty (Perjanjian Bulan)'. Di mana perjanjian tersebut menetapkan bagaimana kegiatan di luar angkasa harus sesuai dengan hukum internasional.

Kemudian, pada 2015, Kongres AS telah mengeluarkan Undang-Undang (UU) bernama Encouraging International Support for the Recovery and Use of Space Resources
yang secara eksplisit mengizinkan semua perusahaan AS untuk menggunakan sumber daya dari bulan dan asteroid.

Tentu saja, perintah Donald Trump dan UU tersebut semakin menguatkan AS, melalui NASA, untuk mengirim dua astronotnya ke Bulan pada 2024, kemudian berlanjut dengan membangun pangkalan serta pergi ke Planet Mars pada 2028.

"Ketika negara kami siap untuk mengembalikan manusia ke Bulan dan melakukan perjalanan perdana ke Planet Mars, kebijakan ini akan mendorong pengembangan komersial di ruang angkasa," demikian keterangan resmi NASA.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
1
angry
0
sad
0
wow
0