Ponsel Dibeli di Luar Negeri Mulai 18 April 2020, Ini Aturan dan Pajaknya :: Nusantaratv.com

Ponsel Dibeli di Luar Negeri Mulai 18 April 2020, Ini Aturan dan Pajaknya

Bagi yang Tidak Langsung Melakukan Registrasi Maka Ponsel Tersebut Dinyatakan Barang Ilegal.
Ponsel Dibeli di Luar Negeri Mulai 18 April 2020, Ini Aturan dan Pajaknya
Ilustrasi. (KordaNews)

Jakarta, Nusantaratv.com - Bagi pemilik ponsel BM (Balck Market) sia-siap akan mulai terblokir pada 18 April 2020. Hal ini lantaran kode International Mobile Equipment Identity (IMEI) ponsel tidak terdaftar.

Tak hanya ponsel BM yang beredar di Indonesia, aturan ini juga menyasar ponsel yang dibeli atau berasal dari luar negeri. Akibatnya, turis maupun WNI (warga negara Indonesia) yang membeli ponsel dari luar negeri (hand carry), wajib melakukan registrasi ulang melalui pihak Bea Cukai. 

Hal itu dikatakan Najamudin, Kepala Subdirektorat Industri Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perkantoran, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Kita dengan Bea Cukai juga sudah sepakat untuk melakukan pendaftaran ketika turis atau ponsel hand carry masuk ke Indonesia," kata Najamudin di Jakarta, dikutip Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Untuk itu, mereka yang membeli ponsel di luar negeri diharapkan melaporkan ponselnya ke Device Registration System (DRS), selanjutnya akan dilakukan verifikasi oleh Bea Cukai. Kewajiban pelaporan ponsel ini berlaku mulai 18 April 2020.

Baca Juga: Mulai Diblokir April 2020, Begini Kata YLKI Soal IMEI Ponsel Ilegal

Dan bagi mereka yang tidak langsung melakukan registrasi ketika tiba di Tanah Air, ungkap Najamudin, maka ponsel tersebut dinyatakan barang ilegal (BM). "Ketika tidak didaftarkan pada saat masuk di Bea Cukai, maka ponsel itu dinyatakan ilegal," tuturnya.

Sementara itu, terkait pajak yang akan dikenakan, terang Najamudin, jika ponsel tersebut harganya di atas 500 dolar AS (Amerika Serikat) atau sekitar Rp 7 juta serta lebih dari dua unit, maka barang tersebut akan dikenakan pajak yang berlaku. 

Mengenai kesiapan mesin pendeteksi Sibina mengenai aturan IMEI yang akan diberlakukan pada April mendatang, Najamudin mengaku sudah mempersiapkan hal itu dengan baik. Bahkan dia memastikan bisa terlaksana paling lambat akhir Maret 2020.

"Harapannya akhir Maret 2020 ini semua uji coba itu akan terlaksana, jadi kalau bicara sistem itu udah siap," tuturnya.

Ditambahkannya, bagi semua ponsel yang saat ini sudah aktif di jaringan, yakni terpasang kartu SIM serta terhubung dengan operator seluler lokal, maka sampai 18 April mendatang tidak akan terblokir. 

"Semua ponsel yang saat ini sudah aktif di jaringan sampai 18 April tidak akan terblokir," tukas Najamudin.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0