Ribuan Pengguna WhatsApp Diserang Perusahaan Israel, Facebook Lakukan Ini :: Nusantaratv.com

Ribuan Pengguna WhatsApp Diserang Perusahaan Israel, Facebook Lakukan Ini

Facebook menyebut Q Cyber, perusahaan yang berafiliasi dengan NSO, juga kena gugat.
Ribuan Pengguna WhatsApp Diserang Perusahaan Israel, Facebook Lakukan Ini
Ribuan pengguna WhatsApp diretas perusahaan Israel. (Android Authority)

Jakarta, Nusantaratv.com - Facebook menggugat secara hukum perusahaan keamanan siber asal Israel, NSO Group. Hal ini terkait dengan serangan yang menimpa ribuan pengguna WhatsApp, beberapa waktu silam.

Facebook menuding NSO Group memanfaatkan server WhatsApp untuk menyebarkan malware ke 1.400 ponsel guna memata-matai jurnalis, diplomat, aktivis hak asasi manusia (HAM), pejabat senior pemerintah dan pihak lain. 

Dilansir dari CNBC, Rabu (30/10/2019), dalam gugatannya dikatakan malware itu tidak dapat menembus enkripsi atau penyandian aplikasi milik Facebook tersebut, namun menginfeksi ponsel pelanggan, sehingga NSO bisa mengakses pesan setelah mereka didekripsi pada perangkat penerima.

Selain itu, Facebook menyebut Q Cyber, perusahaan yang berafiliasi dengan NSO, juga kena gugat. Sedangkan WhatsApp juga telah mengonfirmasi adanya kerentanan itu yang membuat pihak lain dapat mengakses pesan. 

Baca Juga: Makin Canggih, Google Maps Bisa Lapor Insiden yang Ditemui Saat Mengemudi

NSO diketahui memakai software Pegasus tidak hanya untuk mengakses pesan yang dikirim via WhatsApp, tapi juga platform lain semacam iMessage, Skype sampai Telegram, WeChat dan Facebook Messenger.

Menurut Facebook, pegawai NSO Group membuat akun WhatsApp untuk mengirimkan 'komponen malware' pada perangkat yang diincar, termasuk melakukan panggilan untuk menanamkan kode jahat secara diam-diam.

NSO kemudian dapat mengambil alih ponsel dari target yang disasar dengan komputer yang mereka kendalikan. WhatsApp menyatakan sudah mengubungi 1.400 user yang kemungkinan terdampak dari serangan ini.

Disisi lain, Facebook meminta pengadilan untuk memblokir setiap upaya NSO untuk mengakses sistem WhatsApp maupun Facebook. Sebab, aksi semacam itu melanggar privasi dan kemerdekaan individu.

"Harus ada hukum kuat terhadap senjata siber semacam ini untuk memastikan ia tidak digunakan untuk melanggar hak individu dan kemerdekaan orang," demikian WhatsApp.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0