Soal Peretasan iPhone Bos Amazon, Facebook Bela WhatsApp :: Nusantaratv.com

Soal Peretasan iPhone Bos Amazon, Facebook Bela WhatsApp

Facebook Memberikan Pembelaan Pada WhatsApp Sekaligus Menyalahkan Apple Karena Terjadinya Peretasan iPhone Milik Jeff Bezos.
Soal Peretasan iPhone Bos Amazon, Facebook Bela WhatsApp
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pendiri sekaligus CEO Amazon, Jeff Bezos, beberapa waktu lalu, mengalami kejadian kurang menyenangkan. iPhone pribadi miliknya diretas melalui aplikasi WhatsApp oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Akibatnya, banyak pihak yang menyalahkan WhatsApp. Namun, Facebook, yang merupakan induk perusahaan, memberikan pembelaan pada WhatsApp sekaligus menyalahkan Apple karena terjadinya hal tersebut.

Nick Clegg, Vice President of Global Affairs and Communication of Facebook, menjelaskan WhatsApp bukanlah pihak yang harus bertanggung jawab terhadap aksi peretasan tersebut. Dia justru mengatakan kesalahan tersebut sebenarnya terdapat di perangkat iPhone dan Jeff Bezos sendiri.

Dilansir dari Gizmochina, Selasa (28/1/2020), aksi peretasan iPhone milik Jeff Bezos terungkap setelah dia menerima sebuah video berukuran 4,4MB melalui aplikasi WhatsApp. Video itu ternyata mengandung malware. Akibatnya, sebagian gigabite data dan informasi personal dari salah satu orang terkaya di dunia itu berhasil dicuri. 

Baca Juga: Pemilik Smartphone Android Harus Segera Hapus 17 Aplikasi Berbahaya Ini

Beberapa pihak lantas menunjuk WhatsApp sebagai penyebab terjadinya peretasan karena diklaim video tersebut dibagikan pada aplikasi pengiriman pesan tersebut. Tapi, Facebook menyatakan software WhatsApp tidak akan bisa diretas karena menggunakan layanan enkripsi end-to-end.

Bahkan, Clegg mengklaim enkripsi itu belum pernah bisa diretas sampai sekarang. Dia sendiri sangat yakin dengan tingkat keamanan yang ditawarkan WhatsApp. Apalagi, Clegg menyatakan malware itu sebenarnya ditujukan untuk smartphone buatan Apple tersebut dan mempengaruhi Apple secara langsung. 

Malware itu akan mengakses data-data privat yang disimpan di sistem enkripsi perangkat tersebut. Disisi lain, bahwa sejumlah kasus pemanfaatan celah keamanan WhatsApp pernah terjadi beberapa tahun silam. Misalnya, ketika peretas dapat menginstal software pemantau smartphone hanya dengan melakukan panggilan suara, meskipun penerima tidak menjawab telepon tersebut.

Dan, beberapa waktu lalu, WhatsApp menggugat perusahaan pengawasan Israel, NSO Group, karena membantu mata-mata pemerintah membobol sekitar 1.400 ponsel di 4 benua. Pihak yang menjadi sasaran peretasan mencakup diplomat, politisi, wartawan, dan pejabat senior pemerintahan.

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0